Rupiah Loyo, Laba PGN Anjlok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi bahan bakar bajaj di SPBG kawasan Monas, Jakarta, 18 Agustus 2015. PGN menyiapkan 700 bajaj yang bisa ditumpangi gratis oleh masyarakat untuk keliling Jakarta dalam rangka memperingati HUT Ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia dari 15 hingga 21 Agustus 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas mengisi bahan bakar bajaj di SPBG kawasan Monas, Jakarta, 18 Agustus 2015. PGN menyiapkan 700 bajaj yang bisa ditumpangi gratis oleh masyarakat untuk keliling Jakarta dalam rangka memperingati HUT Ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia dari 15 hingga 21 Agustus 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk harus mengalami tekanan akibat melambatnya ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Selama semester I 2015, laba bersih perseroan anjlok 38 persen dari periode sama tahun lalu dari US$ 370,5 juta atau Rp 4,26 triliun menjadi US$ 227,34 juta atau Rp 3,21 triliun.

    Dari sisi beban pokok penjualan di semester I 2015 tercatat sebesar US$ 937,04 juta, turun tipis 4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 977,92 juta.  Selama semester I 2015, perseoan meraih pendapatan bersih senilai US$ 1,42 miliar, laba operasi US$ 289,88 juta dengan EBITDA sebesar US$ 417,07 juta.

    Baca:Dirut Pertamina Buka-Bukaan Soal Kerugian Rp 14,8 Triliun

    Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan kinerja PGN pada semester I 2015 mencerminkan kondisi makro ekonomi saat ini. Para pelanggan, khususnya dari kalangan pembangkit listrik dan industri, mengurangi penyerapan gas dari PGN.

    Ini berimbas pada pendapatan dan laba PGN secara umum. "Kami optimistis kondisi ke depan akan membaik,” ucap Heri dalam keterangan tertulis,  Rabu, 2 September 2015.

    Simak: Heboh Tren Remaja Seksi, Cuma Berbaju Kantong Plastik Tipis!

    Lebih lanjut, sepanjang enam bulan pertama tahun ini volume penjualan distribusi gas bumi perseroan mencapai 790 MMSCFD. Sedangkan volume transmisi gas bumi yang disalurkan anak perusahaan PT Transportasi Gas Indonesia sebesar 752 MMSCFD dan volume transmisi gas bumi dari PGN sebesar 10 MMSCFD.

    Kendati secara makro kondisi ekonomi melambat dan nilai tukar rupiah masih tertekan, lanjut Heri, PGN berupaya terus mengembangkan infrastruktur gas bumi. Pada Agustus 2015 ini PGN sudah merampungkan pembangunan pipa transmisi Kalimantan Jawa Tahap I (Kalija I) sepanjang 207 kilometer. Sepanjang 203 kilometer pipa berada di laut dan 4 kilometer pipa di darat. Turut dibangun pula stasiun gas yang mendukung operasional jaringan pipa tersebut.

    Baca Juga:Heboh, Ada Telur dengan Cangkang Membentuk Huruf 'Allah'

    Heri mengatakan pipa Kalija I menghubungkan sumber gas Lapangan Kepodang di laut utara Jawa ke PLTGU Tambak Lorok Semarang, pembangkit listrik milik PLN. “Kami saat ini sedang melakukan commissioning pipa Kalija tersebut,” kata dia. Pengoperasian pipa Kalija I tersebut akan membuat PLN dapat menghemat pemakaian bahan bakar.

    ADITYA BUDIMAN

    Berita Menarik:
    Siapa Mahasiswa UNS yang Lulus dengan IPK 4


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.