SKK Migas Pastikan Kepodang Mulai Produksi Gas untuk PLN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amin Sunaryadi. TEMPO/Nita Dian

    Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amin Sunaryadi. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Lapangan Kepodang, Blok Muriah, yang dikelola Petronas Carigali Muriah Ltd, mulai memproduksi gas bumi pertama sebesar 56 juta kaki kubik per hari pada akhir Agustus 2015. Realisasi ini cukup terlambat dari target semula pada kuartal empat 2014.

    "Produksi gas akan meningkat secara bertahap hingga mencapai 116 juta kaki kubik per hari sesuai kesiapan PLN," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Amien Sunaryadi dalam siaran tertulis, Rabu, 2 September 2015.

    Gas perdana tersebut dialirkan melalui pipa menuju fasilitas penerimaan di darat. Rencananya, gas pipa tersebut akan memasok bahan bakar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok milik PT Perusahaan Listrik Negara.

    Pengaliran gas tersebut berdasarkan perjanjian jual-beli Gas antara Petronas Carigali Muriah Ltd dan PT PLN yang ditandatangani pada 29 Juni 2012. Kontrak itu bakal berlaku hingga 2026.

    Menurut Presiden Petronas Carigali Hazli Sham Kassim, produksi perdana ini merupakan kinerja positif perusahaan di tengah tekanan harga minyak dunia yang terus melemah. Hazli mengatakan Petronas berkomitmen merealisasikannya di Lapangan Kepodang.

    Pengembangan Lapangan Gas Kepodang yang terletak di lepas pantai Jawa Tengah ini meliputi pembangunan anjungan pusat pengolahan (Central Processing Platform/CPP), menara kepala sumur (Wellhead Tower-C), dan pipa sepanjang 2,7 kilometer dari WHTC ke CPP, termasuk fasilitas kontrol darat (Onshore Control Facility). Adapun dari sisi hilir, kegiatan pengembangan meliputi pembangunan pipa sepanjang 200 km dan ORF di Tambak Lorok, Semarang.

    Wilayah Kerja Muriah ini dioperasikan oleh Petronas Carigali Muriah Ltd berdasarkan kontrak kerja sama bagi hasil (production sharing contract/PSC) di bawah pengendalian dan pengawasan SKK Migas. Kepemilikan interest Petronas Carigali Muriah Ltd di wilayah kerja tersebut sebesar 80 persen, sementara Saka Energi Muriah Ltd sebesar 20 persen.

    AYU PRIMA SANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.