RI-Jerman Raup 2 Miliar Euro Kembangkan Energi Terbarukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Jerman Dr. Georg Witschel. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Duta Besar Jerman Dr. Georg Witschel. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerja sama bilateral Indonesia dan Jerman di sektor pembangunan energi dan lingkungan hingga tahun 2019 mencapai dua miliar euro, kata Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Georg Witschel.

    "Saat ini kami mempunyai dana sebanyak dua miliar euro untuk digunakan pengembangan pembangunan berbasis ramah lingkungan di Indonesia," katanya di dalam jumpa pers Jakarta, Selasa (1 September 2015).

    Witschel menjelaskan dana tersebut akan dipakai untuk pembangunan sumber daya energi terbarukan dengan tenor peminjaman akan disesuaikan dengan kebutuhan dari Indonesia.

    "Teknis peminjaman akan dibicarakan nanti dengan pihak-pihak terkait di Indonesia," katanya.

    Ia menjelaskan alasan bekerja sama dengan Indonesia adalah karena faktor kebutuhan global dan tingkat polusi di Indonesia sudah tergolong tinggi.

    "Polusi dan gangguan alam menjadi faktor utama. Jika Indonesia mampu berkembang tanpa menambah polusi itu menjadi keuntungan juga bagi Jerman dan dunia," katanya.

    Dua sektor terbesar akan digunakan oleh PT PLN dan PT Pertamina sebagai upaya mencapai target masing-masing.

    PLN akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan jaringan listrik di seluruh daerah di Indonesia.

    Selain itu, Bank Pembangunan Jerman tidak akan mewajibkan Indonesia untuk membeli atau menggunakan perlengkapan yang berasal dari Jerman sebagai perjanjian kerja sama.

    "Biasanya kami memasukkan klausul dengan menggunakan perlengkapan dari Jerman dalam perjanjian, namun kali ini tidak, karena Indonesia dan Jerman saya rasa sudah mempunyai hubungan yang baik hingga saat ini," katanya.

    Ia berharap dengan adanya kerja sama pembangunan berbasis lingkungan akan mampu menciptakan keseimbangan iklim dan ekonomi yang stabil tanpa berdampak buruk bagi kelestarian alam.

    "Kerja sama ini win-win solution kedua negara sama-sama untung dari berbagai hal, jadi tidak ada alasan untuk tidak dilanjutkan kedepannya," kata Witschel.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.