7-Eleven Mengkaji Tuduhan Eksploitasi Pekerja di Australia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo 7-Eleven. REUTERS/Yuriko Nakao.

    Logo 7-Eleven. REUTERS/Yuriko Nakao.

    TEMPO.CO, Jakarta - Waralaba 7-Eleven akan membentuk sebuah panel independen untuk mengkaji tuduhan telah menggaji pekerjanya di bawah ketentuan upah Australia.

    Investigasi gabungan dua media Australia --Australian Broadcasting Corporation dan Fairfax Media-- menyingkapkan bukti bahwa banyak dari 620 gerainya di Australia terlibat dalam eksploitasi pegawai.

    Allan Fels, mantan kepada Komisi Persaingan dan Konsumen Australia, mendaku model 7-Eleven sebagai satu-satunya yang mengeksploitasi pekerjanya.

    "Pandangan saya, pandangan utama saya, satu-satunya cara sebuah waralaba bertahan pada banyak kasus adalah lewat pekerja berbayaran di bawah ketentuan, melalui prilaku ilegal. Saya tak suka model macam ini," kata dia kepada dua media itu.

    Dari kesepakatan waralaba ini, kantor pusat waralaba mendapatkan 57 persen laba kotor dan sisanya milik gerai-gerai waralaba, lapor ABC.

    Menanggapi tudingan ini, 7-Eleven Stores Ltd menyatakan akan membentuk sebuah panel independen yang diketuai seorang tokoh terhormat Australia, untuk menyelidiki tuduhan membayar lebih murah dan kesepakatan waralaba yang dianggap eksploitatif.

    "Faktor kunci di sini adalah bahwa panel itu akan menerima, mengkaji kembali dan memproses semua klaim gaji di bawah ketentuan, dan mengotorisasi pembayaran lagi gaji secara layak," kata kepala eksekutif  Warren Wilmot seperti dkutip AFP.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.