Legislator: Pengiriman TKI Tekan Pengangguran Akibat PHK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sebuah penampungan perusahaan jasa penyalur. TEMPO/Tony Hartawan

    Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sebuah penampungan perusahaan jasa penyalur. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Adang Sudrajat menilai pengiriman kembali tenaga kerja Indonesia (TKI) dapat menekan angka pengangguran akibat gelombang pemutusan hubungan kerja.

    "Dengan memberi kesempatan mengirim TKI kembali, beban negara sedikit berkurang, dengan catatan tidak ada lagi perlakuan buruk terhadap TKI oleh oknum tak bertanggung jawab," ujar dia di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2015.

    Perlambatan ekonomi saat ini, menurut Adang, menyebabkan dunia usaha dalam negeri tidak mampu mempertahankan stabilitas produksinya, sehingga membuat gelombang PHK di beberapa industri yang terdampak.

    Atas dasar itu, Adang mengatakan akan berkomitmen segera mempercepat pembahasan Revisi Undang-Undang TKI (RUU TKI) Nomor 39/2004 dengan mengusulkan beberapa poin yang dapat memberikan rasa aman dan perlindungan secara penuh pada TKI, terutama tenaga kerja wanita (TKW).

    "Poin itu, misalnya, TKW harus disertai oleh muhrimnya karena ketika seorang wanita yang jauh dari Tanah Air bersama lelakinya (suami atau keluarganya), akan memberi manfaat yang sangat banyak," tutur dia.

    Poin itu, menurut Adang, antara lain dapat memberikan perlindungan TKW, memberi tambahan peluang kerja bagi angkatan kerja laki-laki, menjaga marwah laki-laki sebagai kepala keluarga serta meringankan urusan birokrasi kedutaan dalam perlindungan TKW jika terjadi persoalan.

    Ia yakin poin tersebut dapat dimasukkan dalam pasal Undang-Undang TKI yang sedang direvisi dan penerapannya akan mengurangi beban negara untuk menekan angka pengangguran di dalam negeri.

    Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan dalam tujuh bulan pertama 2015, sekitar 30.000-an pekerja dirumahkan untuk sementara oleh perusahaan.

    Sebagian besar pekerja yang dirumahkan sementara itu, ujar dia, berasal dari sektor manufaktur, misalnya garmen.

    Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan jumlah tenaga kerja fluktuatif. Pada Februari 2014, jumlah orang yang bekerja 118,16 juta orang. Pada Agustus 2014 jumlahnya turun menjadi 114,62 juta orang. Sementara itu, pada Februari 2015 jumlah pekerja mencapai 120,85 juta orang.

    ANTARA


  • TKI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.