Berapa Nilai Rupiah Ideal? Ini Kata Kantor Staf Kepresidenan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Kepresidenan, Purbaya Yudhi Sadewa, tak menampik rupiah tak mampu melawan perlemahan nilai tukarnya hingga kisaran Rp 14 ribu seperti saat ini. Namun, mnurutnya, jika tak ada sentimen negatif nilai tukar Rupiah takkan mencapai Rp 14 ribu per dollar Amerika.

    “Nilai tukar Rupiah jika melihat real fundamentalnya saja hanya Rp 11.700,” ujar Purbaya di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2015. Faktor fundamental yang diamaksud  adalah variabel-variabel makro ekonomi Indonesia seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan, dan defisit transaksi berjalan.

    Purbaya mengatakan Rupiah terperosok dari nilai asli fundamentalnya karena kekhawatiran dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Rupiah. Ketakutan itu, kata Purbaya, yang membuat penggunaan Dollar semakin masif.

    Semakin banyak penggunaan Dollar, akan semakin melemahkan nilai tukar. “Media juga memperparah dengan tulis berita jelek terus,” ujarnya.

    Purbaya menjanjikan pemerintah takkan berdiam diri dan akan segera merespon situasi ini. Belanja negara dan pembangunan infrastruktur akan terus digenjot maksimal hingga akhir tahun ini.

    Begitu juga dengan akan dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi yang sedang digodok oleh kementerian-kementerian ekonomi saat ini. “Pertumbuhan ekonomi yang cepat dan pasti, akan segera menarik uang dari luar dengan cepat,” kata Purbaya.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.