Bandara Sam Ratulangi Siap Terbangkan Satu Juta Wisman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. TEMPO/STR/Wisnu Agung Prasetyo

    Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. TEMPO/STR/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Sam Ratulangi, Manado, Provinsi Sulawesi Utara, yang memiliki kapasitas tiga juta penumpang, saat ini sangat siap melayani turis lebih banyak.

    "Bandara Sam Ratulangi, Manado, sejak awal telah dirancang dengan daya tampung penumpang yang cukup banyak, sehingga target-target ke depan sebanyak satu juta turis asing optimistis mampu dilayani bandara internasional tersebut," kata Presiden Direktur PT Angkasa Pura I Sulistyo Hardjito di Manado, Jumat, 28 Agustus 2015.

    Sulistyo mengatakan target Angkasa Pura I mendatangkan turis asing sebanyak satu juta orang di Kota Manado sudah ditunjang dengan kesiapan bandara di daerah tersebut. Dia mengatakan memang ke depan masih ada rencana penambahan panjang runway, tapi akan dilakukan secara bertahap. Intinya, bandara tersebut sudah sangat siap.

    Kapasitas bandara ini adalah 3 juta penumpang. Pada tahun 2014, jumlah penumpang tiba sebanyak 2,016 juta orang, dengan pertumbuhan 6 persen.

    Untuk luas area terminal adalah 26.345 meter persegi. Adapun luas area parkir 15.391 meter persegi (menampung 439 unit R4/734 unit R2). Panjang runway 2.650 meter dengan 20 parking stand (mampu menerima pesawat berbadan lebar nasional dan asing).

    General Manager PT Angkasa Pura I Manado Ahmad S. Shahab mengatakan, fasilitas pendukung yang tersedia antara lain ATM center, restoran dan kafetaria, CIP lounge, eskalator, dan lift untuk difabel. Di bandara ini juga telah dilakukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan pelayanan, seperti perbaikan toilet, musala, dan ruang check in.

    Dia mengatakan Bandara Sam Ratulangi, Manado, secara berkelanjutan akan melakukan pengawasan atas sarana pendukung operasional, seperti runway dan kendaraan PKP-PK. "Juga dilakukan latihan rutin penanggulangan keadaan darurat (PKD), seperti penanggulangan kebakaran area terminal, ancaman bom, tindakan terorisme, dan penanggulangan kecelakaan pesawat terbang, dengan melibatkan unsur-unsur terkait," ujarnya.

    Pengawasan dan pelatihan penanggulangan darurat tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?