BI Perkirakan Ekonomi Tumbuh Moderat di Kisaran 4,9 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erwin Rijanto saat mengucap sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur BI dihadapan ketua Mahkamah Agung di gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta, 17 Juni 2015. Erwin ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank indonesia dengan masa jabatan 5 Tahun. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Erwin Rijanto saat mengucap sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur BI dihadapan ketua Mahkamah Agung di gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta, 17 Juni 2015. Erwin ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank indonesia dengan masa jabatan 5 Tahun. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi tumbuh moderat di kisaran 4,9 persen tahun ini.

    "Jadi nanti pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berada di kisaran tengah 4,7-5,1 persen atau ada di kisaran 4,9 persen," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2015.

    Dia yakin perekonomian domestik akan tumbuh lebih baik pada semester dua dibandingkan semester pertama yang relatif lambat.

    Menurut dia, perlambatan ekonomi semester I tahun ini antara lain terjadi karena anggaran belum bisa dicairkan dengan cepat.

    Bank sentral, ia mengatakan, meresponsnya dengan kebijakan konsisten guna menjaga inflasi tetap terkendali.

    "Kami juga terus dorong dunia usaha agar lakukan prinsip kehati-hatian dengan minimum hedging (lindung nilai) dan minimum pengelolaan likuiditas. Utamanya kami akan terus lakukan koordinasi dengan pemerintah," katanya.

    Ia menjelaskan pula saat ini pemerintah menghadapi tantangan besar dengan ekonomi dunia diperkirakan tumbuh hanya 3,3 persen, lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi 2014 yang sebesar 3,4 persen.

    "Walaupun ada perbaikan di negara maju seperti AS, tapi yang perlu diperhatikan adalah Tiongkok yang 20 tahun terakhir tumbuh di atas 10 persen, terakhir turun 7,4 persen, dan di 2015 diproyeksi 6,8 persen. Tiongkok itu ekonomi besar, kalau turun tentu berdampak," katanya.

    Negara seperti Brasil, Turki, India, dan Afrika Selatan yang pertumbuhan ekonominya dibanggakan juga tidak luput dari tekanan akibat melemahnya ekonomi dunia dan sentimen dari rencana penaikan suku bunga oleh The Federal Reserve.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.