Kebijakan-kebijakan untuk Jaga IHSG Tidak Tepat?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi indeks/Bursa saham. REUTERS/Toru Hanai

    Ilustrasi indeks/Bursa saham. REUTERS/Toru Hanai

    TEMPO.CO , Jakarta - Analis senior LBP Enterprises, Lucky Bayu Purnomo, menilai sejumlah langkah yang dikeluarkan untuk menahan laju penurunan indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia tidak tepat. Musababnya, langkah-langkah tersebut tidak terlalu meningkatkan performa IHSG.

    Lucky mencontohkan kebijakan diizinkannya emiten membeli kembali sahamnya yang telah dijual (buyback). Kebijakan ini dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. "Buyback seharusnya dilakukan saat pergantian menteri. Citra yang tercipta sedang positif," katanya, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Buktinya, Lucky menambahkan, buyback yang dilakukan badan usaha milik negara tidak berdampak besar. Apalagi dana yang disediakan pemerintah untuk kembali membeli saham hanya Rp 3 triliun. "Padahal dana asing yang perlahan-lahan keluar sudah sekitar Rp 20 triliun," ujarnya.

    Yang juga menjadi sorotan Lucky adalah penerapan batasan auto reject. Menurut dia, kebijakan ini seharusnya diterapkan saat kondisi pasar mengalami volatilitas tinggi, tapi tidak ada sentimen negatif. "Dengan begini, yang ditangkap pasar adalah sinyal pelemahan," ucapnya.

    IHSG bergerak fluktuatif dalam perdagangan kemarin. Sempat menyentuh level terendah di angka 4.161,21, IHSG yang bergerak naik-turun akhirnya ditutup menguat 9,23 poin (0,22 persen) ke level 4.237,73.

    Lucky memprediksi IHSG masih akan tertekan sampai penutupan perdagangan pada pekan ini di angka uji 4.200 dan 4.150.

    Dalam kondisi seperti saat ini, menurut Lucky, Bank Indonesia seharusnya juga menurunkan suku bunga acuannya. Sebab, angka 7,5 persen dinilai terlalu tinggi. BI bisa memangkas suku bunga menjadi 7,25-7 persen. "Dunia usaha menjadi takut karena telalu tinggi," ujarnya.

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.