Pabrik Kecap Unilever di Cikarang Siap Beroperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menempelkan label merek dan gambar pemilik pada botol kecap dipabrik kecap Cap Jeruk Pecel Tulen dikawasan Sidonipah, Surabaya, Jumat (3/2). Pabrik yang berdiri sejak tahun 1937 bertahan hingga 3 generasi dan mempertahankan resep warisan, mampu memproduksi hingga 2000 botol kecap tiap hari.  TEMPO/Fully Syafi

    Pekerja menempelkan label merek dan gambar pemilik pada botol kecap dipabrik kecap Cap Jeruk Pecel Tulen dikawasan Sidonipah, Surabaya, Jumat (3/2). Pabrik yang berdiri sejak tahun 1937 bertahan hingga 3 generasi dan mempertahankan resep warisan, mampu memproduksi hingga 2000 botol kecap tiap hari. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin meresmikan pabrik kecap Bango dan bumbu masak Royco milik PT Unilever Indonesia Tbk di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, tanda mulai beroperasinya pabrik tersebut.

    "Saya mengapresiasi Unilever untuk terus berinvestasi di Indonesia, salh satunya yang diwujudkan melalui peresmian pabrik ini," kata Menperin Saleh Husin di Bekasi, Selasa, 25 Agustus 2015.

    Pabrik dengan nilai investasi Rp820 milliar tersebut merupakan bagian dari investasi total sebesar Rp8,5 triliun yang ditanamkan Unilever selama lima tahun terakhir.

    Pabrik yang berdiri di aatas lahan seluas 63.000 meter persegi tersebut mempunyai kapasitas produksi sebesar 7 milliar pieces per tahun untuk produk Royco dan Bango.

    Selain untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia, pabrik ini juga akan memenuhi permintan ekspor ke beberapa negara di Asia, Eropa dan Afrika di waktu mendatang.

    Pabrik dengan lebih dari 600 tenaga kerja ini menerapkan standar produksi eco efficiency technology dan menargetkan LEED Silver Certification, yang mengikuti persyaratan FSSC 22000, Halal, ISO 14000 dan ISO 18000.

    Chief Supply Chain Officer Unilever Pier Luigi Sigismondi mengatakan, di tengah tantangan yang ada, perusahaan berupaya memperkuat posisi untuk mewujudkn bisnis dua kali lipat sambil mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan.

    "Untuk itu, kami mengambil langkah strategis, dengan melakukan investasi di negara yang memiliki potensi besar dengan pertumbuhan yang relatif baik seperti Indonesia," kata Pier.

    Menurut dia, investasi yang dilakukan Unilever merupakan investasi jangka panjang, yang tidak hanya melihat situasi perekonomian suatu negara pada jangka pendek.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.