Ekonomi Melambat, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah Banyak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kemiskinan Jakarta. Ed Wray/Getty Images

    Ilustrasi Kemiskinan Jakarta. Ed Wray/Getty Images

    TEMPO.CO , Jakarta: Institute For Development Of Economics and Finance (Indef) memprediksi jumlah penduduk miskin di Indonesia semakin banyak. Menurut Indef, jumlah penduduk miskin meningkat dari 10,96 persen per September 2014 menjadi 11,5 persen di Maret 2015.

    Berdasarkan perhitungan Indef, dengan asumsi 300 juta penduduk Indonesia, ada lebih dari 30 juta masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

    Begitu pula dengan Indeks Pengangguran yang turut meningkat. "Dari 7,15 persen pada 2014, sekarang sudah menjadi 7,5 persen di semester I 2015," ujar Ekonom Indef Fadhil Hasan di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2015.

    Menurut Fadhil, perhitungan tersebut diambil dari beberapa indikasi perkembangan perekonomian yang sedang terjadi. Salah satunya adalah pertumbuhan perekonomian pada 2015 yang melemah menjadi 4,7 persen.

    Selain itu, tingkat inflasi yang tinggi juga menghantam daya beli masyarakat. "Inflasi dari kelompok makanan secara tahunan 8,8 persen dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

    Fadhil menambahkan angka kemiskinan itu juga ditopang dari berkurangnya bantuan langsung pemerintah kepada masyarakat. Naiknya harga pangan justru diikuti dengan pengurangan beras miskin dan bantuan langsung tunai dari pemerintah.

    "Gini ratio juga naik dari 0,41 persen menjadi 0,42 persen," kata Fadhil.

    Dia yakin prediksi Indef takkan berbeda jauh dengan survei sosial ekonomi yang akan dikeluarkan Badan Pusat Statistik. "Entah kenapa Susenas (Survei Ekonomi Sosial Nasional) belum dikeluarkan BPS, padahal seharusnya survei tersebut sudah keluar," ujar Fadhil.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?