Pasokan Dolar Banyak, Pelindo Bebas Pelemahan Rupiah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino, menjelaskan bentuk logo terbaru di hotel Mulia, Jakarta, Rabu (22/02). TEMPO/Dasril Roszandi

    Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino, menjelaskan bentuk logo terbaru di hotel Mulia, Jakarta, Rabu (22/02). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta -Melemahnya nilai tukar rupiah tak ikut mempengaruhi keuangan PT Pelindo II. Direktur Utama PT Pelindo II Ricard Joost Lino mengakui saat ini pendapatan perseroan masih dalam bentuk dolar.

    "Jadi sebenarnya saya enggak kena (dampak pelemahan rupiah)," katanya seusai mengisi saat seminar nasional sinkronisasi pengaturan di sektor pelabuhan dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia di dunia Internasional, Senin, 24 Agustus 2015.

    Pelindo saat ini masih menerima pembayaran dalam bentuk dolar dan rupiah. Dia mengaku tak ada masalah dengan utang dolar karena pendapatan Pelindo juga dalam bentuk mata uang Amerika Serikat. Meski demikian dia tak menampik adanya resiko kenaikan dolar yang semakin melangit.

    Lino menuturkan Pelindo belum melakukan hedging karena masih mempunyai dolar dalam jumlah banyak. Pelindo, kata dia, mempunyai uang cash sebesar US$ 1,5 miliar. Dia mengaku uang tersebut belum ditukar ke rupiah.

    "Kan kita bisa masukkan ke bank, dapat bunga kan," katanya. Sebanyak 25 persen pendapatan Pelindo masih dalam bentuk dolar, berbeda dengan 5 tahun lalu yang mencapai 60 persen.

    Hari ini Rupiah kembali mengalami pelemahan di angka Rp 14.040. Angka ini sudah jauh melembihi asumsi makro di APBNP 2015 yang dipatok Rp 12.500 per dolar Amerika Serikat.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.