Rupiah Menurun Menjadi Rp 13.988  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore bergerak melemah sebesar 47 poin menjadi Rp 13.988 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.941 per dolar AS.

    "Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar AS, sentimen eksternal masih menjadi faktor utama mata uang domestik mengalami tekanan," ujar pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara, Rully Nova, di Jakarta.

    Menurut dia, negara tujuan ekspor utama Indonesia, salah satunya Tiongkok yang belum memperlihatkan kondisi yang membaik membuat fundamental ekonomi Indonesia akan melambat sehingga situasi itu membuat pelaku pasar uang cenderung melepas mata uang rupiah karena dinilai berisiko, dan memegang dolar AS.

    Di sisi lain, lanjut dia, belum adanya kepastian dari The Fed untuk menaikkan suku bunganya juga menambah sentimen negatif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Diharapkan, The Fed segera memutuskan kebijakannya sehingga dapat meredam ketidakpastian di pasar valas negara berkembang.

    Kendati demikian, ia mengatakan bahwa adanya intervensi dari Bank Indonesia salah satunya melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, cukup positif dalam menahan depresiasi nilai tukar rupiah lebih dalam.

    "Bank Indonesia cukup aktif menjaga fluktuasi rupiah sehingga tekanan yang terjadi tidak lebih dalam dibandingkan mata uang di kawasan Asia lainnya," katanya.

    Menurut Ruly Nova, pelaku pasar uang mengharapkan adanya realisasi percepatan belanja infrastruktur karena dengan membaiknya sektor itu akan mendorong fundamental ekonomi Indonesia menjadi lebih baik, yang akhirnya dapat menopang mata uang rupiah.

    Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin, 24 Agustus 2015, mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp 13.998 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.895 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.