Indeks Saham Sembilan Sektor Anjlok 3-6 Persen Pagi Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta -Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) telah melebihi 4,4 persen pada Senin pagi 24 Agustus 2015. Seluruh indeks sektoral melemah pada kisaran 3-6 persen.

    Semua atau sembilan indeks sektoral Bursa Efek Indonesia yang terdaftar di Bloomberg, seperti dikutip Bisnis.com, bergerak di zona merah pada pukul 09.39 WIB.

    Pelemahan paling tajam terjadi pada indeks sektor industri dasar yang anjlok 6,13 persen dan indeks sektor agribisnis yang merosot 5,98 persen.

    Sektor industri dasar tertekan oleh pelemahan pada 27 dari 64 saham. Produsen semen PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) yang jatuh 6,94 persen dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang jatuh 6,58 persen adalah beban utama.

    Indeks sektor agribisnis terseret oleh pelemahan pada 12 dari 21 saham anggota. Produsen sawit seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) anjlok lebih dari 7 persen.

    IHSG mengawali pekan ini dengan pelemahan 2,18 persen atau 94,65 poin ke level 4.241,31. Indeks sudah jatuh 4,40 persen atau turun 190,79 poin ke level 4.145,16 pada pukul 09.39 WIB.

    Berikut pergerakan sektor IHSG pagi ini: Industri Dasar (turun 6,13 persen), agribisnis (turun 5,98 persen), Properti (turun 5,19 persen), Konsume ( turun 4,79 persen), Perdagangan/Jasa (turun 4,46 persen), Infrastruktur (turun 4,09 persen), Finansial (turun 3,94 persen), Pertambangan (turun 3,51 persen), dan Aneka Industri (turun 3,05 persen)

    IHSG Bursa Efek Indonesia sejak dibuka pagi tadi langsung melanjutkan pelemahan sebesar 94,64 poin seiring dengan sentimen mengenai perekonomian global yang masih negatif.

    Indeks dibuka melemah 94,64 poin atau 2,18 persen menjadi 4.241,30. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 28,31 poin (4,19 persen) menjadi 696,73.

    Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Senin mengatakan bahwa kekhawatiran perlambatan ekonomi Cina mendorong bursa saham global kembali tertekan ke level yang lebih dalam. Kejatuhan pada bursa global itu juga memberikan pengaruh pada pergerakan IHSG BEI.

    "Banyaknya ketidakpastian global serta ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed, masih akan memberikan tekanan bagi IHSG. Pemodal sebaiknya tetap berhati-hati dalam mengambil posisi transaksi," katanya.

    BISNIS.COM | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.