Kalla: Pabrik Semen Jangan Takut Pasar Berkurang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Dahlan Iskan (kanan)  didampingi Direktur PT Semen Gersik Tbk  Dwi Soetjipyo I(dua dari kiri) dan  Dirut PT Semen Padang  Munadi Arifin (kiri) saat mengunjungi Workshop (bengkel) dan Pabrik PT Semen Padang di Indarung, Padang, sumbar, Minggu, (1/7). ANTARA/Maril Gafur

    Menteri BUMN Dahlan Iskan (kanan) didampingi Direktur PT Semen Gersik Tbk Dwi Soetjipyo I(dua dari kiri) dan Dirut PT Semen Padang Munadi Arifin (kiri) saat mengunjungi Workshop (bengkel) dan Pabrik PT Semen Padang di Indarung, Padang, sumbar, Minggu, (1/7). ANTARA/Maril Gafur

    TEMPO.CO, Padang - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar pabrik semen tak khawatir kekurangan pasar. Sebab semen merupakan bahan utama dalam pembangunan.  "Semen selalu berkembang, karena  kebutuhan semen sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," kata Kalla saat meninjau proyek pembangunan ke pabrik Indarung VI PT Semen Padang, Ahad,  23 Agustus 2015.

    Menurutnya,  kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat akan mempengaruhi daya beli. Yang perlu diwaspadai oleh perusahaan semen saat ini adalah tingkat persaingan yang ketat. Dia meminta agar Semen Padang melakukan efisiensi agar mampu menghadapi persaingan. "Mudah-mudahan cepat selesai pembangunan pabrik yang ini." 

    ‎Hari ini Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjung ke Padang,  Sumatera Barat. Tiga tempat yang dikunjunginya adalah kampus perguruan Adabiah, Masjid Raya Sumatera Barat, serta kompleks pabrik PT Semen Padang. 

    Ditemui di tempat yang sama, Direktur Utama PT Semen Padang, Benny Wendry mengatakan penjualan semen hingga semester I 2015 tak sesuai target. Angka penjualan meleset tiga persen dari target perusahaan. "Hanya 97 persen, ini karena ‎perlambatan volume penjualan nasional," ujarnya. 

    Adapun ‎pengerjaan proyek Indarung VI, kata dia, saat ini sudah mencapai 58,4 persen dan direncanakan rampung di kuartal IV tahun depan. Total nilai proyeknya sebesar Rp 3,8 triliun. ‎Diharapkan pabrik ini akan menambah kapasitas produksi perseroan sebanyak 3 juta ton per tahun. ‎Dengan tambahan itu, kapasitas produksi per tahun akan mencapai 10,4 juta ton‎. 

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.