Djarot Ingin Lebaran Betawi Jadi Agenda Wisata Tahunan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menghadiri pencanangan HUT DKI Jakarta di Plaza Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, 31 Mei 2015. Tema HUT DKI Jakarta ke-488 adalah Jakarta: Modern, Kreatif, dan Berbudaya. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menghadiri pencanangan HUT DKI Jakarta di Plaza Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, 31 Mei 2015. Tema HUT DKI Jakarta ke-488 adalah Jakarta: Modern, Kreatif, dan Berbudaya. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan keinginannya Lebaran Betawi menjadi agenda tahunan. Jika terlaksana, tradisi tersebut bisa menjadi bagian dari obyek wisata di Jakarta. "Karena itu, persiapan harus matang," kata Djarot ketika menghadiri acara Lebaran Betawi, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 Agustus 2015.

    Djarot mengunjungi lokasi pameran Budaya Betawi, yang disuguhkan oleh pemerintah kota wilayah di Ibu Kota. Dia mencicipi makanan khas Betawi seperti semur jengkol. Djarot berharap agar perayaan Lebaran Betawi ini juga dapat dirayakan oleh seluruh warga Betawi, termasuk di perantauan. "Kami merencanakan lebih jauh dan baik. Masyarakat Betawi tahu kalau ada Lebaran Betawi. Termasuk warga Betawi yang ada di perantauan, bangsa Indonesia juga," katanya.

    Acara yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah (Bamus) Betawi ini memasuki tahun kedelapan. Berbagai produk-produk rumahan dari lima wilayah kota dan satu kabupaten dipamerkan disini. Lebaran Betawi akan berakhir pada Minggu, 23 Agustus 2015, dan dihadiri oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.