Kurtubi: BBM Tak Disubsidi, Seharusnya Pertamina Tak Merugi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr. Kurtubi ketika memberikan keterangan sebagai saksi ahli di ruang sidang Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (6/6). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Dr. Kurtubi ketika memberikan keterangan sebagai saksi ahli di ruang sidang Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (6/6). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, mempertanyakan kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) yang turun 40,69 persen menjadi US$ 21,79 miliar dari periode yang sama tahun lalu, padahal harga minyak dunia sudah US$ 42 per barel.

    "Kami akan mengevaluasi Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto karena tidak bisa menangani kinerja PT Pertamina yang mengalami kerugian," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2015.

    Dia menegaskan, dengan harga BBM yang murah dan tidak disubsidi, seharusnya Pertamina tidak merugi.

    Menurut dia, dengan turunnya harga minyak mentah, seharusnya bisa menjadi momen meningkatkan perekonomian nasional.

    "Ini bisa menjadi momen percepat ekonomi, menurun dengan harga minyak ini ada peluang. Dengan cara menurunkan harga Premium, maka ekonomi kita akan meningkat," ujarnya.

    Selain itu, Wakil Ketua Komisi VII Satya Widya Yudha mengatakan, terkait dengan harga BBM, DPR akan memanggil pihak Pertamina untuk membuka dasar perhitungan harga BBM.

    Menurut dia, apabila tidak ada koreksi setiap tiga atau enam bulanan, maka selisih harga di bebankan kepada masyarakat.

    "Kami akan panggil Pertamina untuk membuka dasar penghitungan, supaya jelas di masyarakat. Karena apabila tidak ada koreksi setiap tiga atau enam bulanan, maka selisih harga dibebankan kepada masyarakat," ujarnya.

    Satya mempertanyakan proses kemajuan pembelian minyak bumi secara langsung dari negara-negara produsen minyak oleh Pertamina.

    Menurut dia, pembelian minyak secara langsung dapat memotong rente pembelian minyak, negara bisa lebih hemat dalam pengadaan impor minyak bumi (tanpa melalui trader).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.