Dolar Jatuh Pagi Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Dolar. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ilustrasi Dolar. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs dolar AS jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama pada Jumat, Sabtu pagi, 22 Agustus 2015, waktu Indonesia barat, karena investor menurunkan ekspektasi mereka untuk kenaikan suku bunga pada September setelah rilis data ekonomi dari Cina lemah.

    Indeks Pembelian Manager (PMI) umum Caixin Cina mundur ke 47,1 pada Agustus dari 47,8 pada Juli, tingkat terendah sejak Maret 2009, lapor Xinhua.

    Para analis mengatakan data Cina yang lemah menambah kemerosotan pada harga komoditas, meningkatkan ketidakpastian tentang waktu Federal Reserve menaikkan suku bunganya.

    Mereka mencatat bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen, menyebabkan kerusakan pada pertumbuhan ekonomi global.

    Dolar AS lebih lanjut di bawah tekanan karena data ekonomi negara itu keluar negatif. Perusahaan data keuangan Markit melaporkan Jumat, 21 Agustus 2015, bahwa manufaktur AS menunjukkan kehilangan momentum baru selama Agustus.

    PMI manufaktur AS disesuaikan secara musiman dari Markit merosot dari 53,8 pada Juli menjadi 52,9 pada Agustus, gagal memenuhi konsensus pasar 54,2. Angka tetap di atas ambang batas netral 50,0, tetapi tercatat sebagai terendah sejak Oktober 2013.

    Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 1,04 persen menjadi 94,981 pada akhir perdagangan.

    Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1359 dolar dari 1,1193 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5703 dolar dari 1,5672 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia beringsut turun menjadi 0,7329 dolar dari 0,7337 dolar.

    Dolar AS dibeli 122,06 yen Jepang, lebih rendah dari 123,48 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS menukik ke 0,9486 franc Swiss dari 0,9619 franc Swiss, dan melonjak ke 1,3170 dolar Kanada dari 1,3097 dolar Kanada.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.