Rupiah Melemah, Bank Indonesia Siap Siaga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang rupiah. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ilustrasi mata uang rupiah. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan BI akan tetap menjaga rupiah agar tidak semakin melemah.

    "Kita akan optimalkan operasi moneter untuk menjaga likuiditas di pasar," ujar Tirta saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2015.

    Tirta mengingatkan, masyarakat sebaiknya tidak melihat pelemahan rupiah hanya dari satu arah saja, tetapi harus dilakukan secara komprehensif. Saat ini tidak hanya Indonesia saja yang sedang mengalami depresiasi tetapi juga mata uang negara lain seperti ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan dolar Australia.

    Dia mengaku perlambatan ekonomi yang terjadi di Cina, Amerika, dan Vietnam menjadi faktor utama melemahnya rupiah terhadap dolar. Bank sentral dengan kebijakannya akan membawa rupiah pada level fundamental.

    "Fundamental itu kan dinamis. Kalau negara lain melemahkan mata uangnya, kita bisa kompetitif," ucap Tirta.

     Tirta menambahkan Indonesia tidak perlu mengikuti langkah negara lain terkait dengan menguatnya dolar. Sebab, Indonesia sudah punya hitung-hitungannya sendiri. "Yang jelas, BI akan selalu mengikuti pasar untuk mengintervensi isu itu."

    DIAH HARNI SAPUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.