Mentan: Harga Daging Disepakati Rp 38 Ribu Per Kilogram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memotong daging sapi yang sudah disembelih sebelum didistribusikan ke sejumlah pasar di Rumah Potong Hewan PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta, 14 Agustus 2015. Rumah Pemotongan ini berhenti beroperasi karena pedagang daging sapi mogok berjualan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pekerja memotong daging sapi yang sudah disembelih sebelum didistribusikan ke sejumlah pasar di Rumah Potong Hewan PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta, 14 Agustus 2015. Rumah Pemotongan ini berhenti beroperasi karena pedagang daging sapi mogok berjualan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan harga daging sapi hidup disepakati Rp 38 ribu per kilogram.

    "Sejak satu pekan lalu, feedloter sepakat menenangkan keadaan dengan menurunkan harga kisaran Rp 38 ribu per kilogram," kata Amran setelah bertemu dengan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo), Jumat, 21 Agustus 2015. Pertemuan ini dilakukan secara tertutup selama sekitar satu jam.

    Direktur Eksekutif Apfindo Johny Liano mengatakan, dalam pertemuan itu, Amran menginginkan harga daging sapi bisa stabil di pasar. "Kami mendukung apa yang disampaikan Pak Menteri bagaimana menstabilkan harga di pasar," katanya. Dukungan itu termasuk soal harga daging sapi hidup Rp 38 ribu per kilogram.

    Johny menambahkan, pihaknya siap mengurangi keuntungan dengan harga Rp 38 ribu per kilogram itu. "Ya kita merugi dululah." Dia enggan menyebutkan berapa harga ideal daging sapi hidup. Yang jelas, harga itu terkait dengan harga daging sapi dan margin-margin yang diambil pelaku usaha dari tata niaga daging sapi.

    Selain soal harga, pertemuan tersebut menyepakati dibentuknya tim kecil terkait dengan sapi. Tim kecil ini beranggota 4-5 orang dan akan mengkomunikasikan seluruh persoalan yang dihadapi feedloter. "Tim tujuannya membangun peternakan di Indonesia lebih baik," kata Johny.

    Johny mengaku selama ini komunikasi soal persapian antara pelaku usaha dan pemerintah kurang lancar. "Yang dikomunikasikan itu termasuk soal data, regulasi, dan lainnya."

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.