Ekonomi Melambat, Begini Solusi Kalla  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan keterangan kepada awak media seusai membuka acara kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan keterangan kepada awak media seusai membuka acara kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara menjadi salah satu solusi jitu guna menyelesaikan permasalahan ekonomi yang kini mendera Indonesia.

    Menurut Kalla, Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis, mulai dari etnis Sunda, Jawa, Bugis, Minang, dan lainnya, bukan merupakan suatu kelemahan melainkan suatu potensi yang bisa membuat negeri ini semakin kokoh. "Bhinneka Tunggal Ika, bangsa ini kuat karena kita berbeda-beda, tapi perbedaan justru menjadi kekuatan," kata Kalla dalam sambutannya pada acara kongres Paguyuban Pasundan ke-42 di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Jumat, 21 Agustus 2015.

    Kalla mencontohkan hubungan yang harmonis antara etnis Sunda dan Bugis yang diakuinya sangat dekat. Pada masa penjajahan, orang Bugis dibuang ke tanah Pasundan. "Itu merupakan upaya penjajah guna memecah belah bangsa Indonesia. Tapi justru mempersatukan kita."

    Kalla tak segan-segan memberikan pujian terhadap Jawa Barat yang notabene masyarakatnya merupakan etnis Sunda. "Sunda telah memberikan segalanya kepada bangsa, karena tanpa Jabar (Jawa Barat) dengan pangannya saya kira Indonesia akan kelaparan," kata dia.

    Makanya, kata Kalla, dengan kondisi perekonomian Indonesia yang semakin terjepit ini menjadi tantangan yang mesti dilewati bersama-sama. "Ketika kondisi kita terpuruk maka peluang untuk bangkit akan semakin besar," katanya.

    AMINUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.