Sriwijaya Air Datangkan 42 Pesawat Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Sriwijaya Air. TEMPO/Abdi Purmono

    Pesawat Sriwijaya Air. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Sriwijaya Air terus menambah armada pesawatnya. Maskapai itu membeli langsung pesawat dari Boeing sebanyak 22 unit dan liasor 20 unit.

    Dari Boeing, Sriwijaya Air mendatangkan dua unit pesawat Boeing 737-900 Extender Range (ER) yang kontraknya diteken dalam Paris Airshow pada Juni 2015 dan diserahterimakan Kamis, 20 Agustus 2015, serta memesan 20 unit seri terbaru Boeing 737 Max 8 yang datang pada 2016-2017 dengan total nilai mencapai US$ 2,2 miliar.

    Pengadaan pesawat ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelum perekonomian mengalami perlambatan pertumbuhan seperti saat ini.

    Adapun melalui liasor, Sriwijaya mendatangkan 10 unit Boeing 737-800 pada 2016 dan 10 unit lagi tipe yang sama pada 2017.

    Boeing 737-900 ER merupakan pesawat terbaru keluarga Boeing seri 737. Adapun Boeing 737 Max 8 merupakan pesawat generasi mendatang yang pengiriman perdananya secara global baru dimulai pada 2017.

    Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie mengatakan pengadaan pesawat ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelum perekonomian mengalami perlambatan pertumbuhan.

    Penumpang Sriwijaya Air, ucap dia, pada semester pertama sempat turun tipis 2,8 persen dari periode sebelumnya, tapi pangsa pasarnya naik 3 persen. Adapun pertumbuhan penumpang anak usahanya, NAM Air, meningkat 20 persen.

    "Namun kami tetap memiliki komitmen untuk menjaga kepercayaan mitra luar negeri kepada kita. Selain itu, kami yakin jumlah penumpang pesawat akan tumbuh 6-8 persen tahun ini," tuturnya menjelang seremoni serah-terima dua pesawat dari Boeing, Kamis, 20 Agustus 2015.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?