Pedagang Ayam Ancam Mogok, Ini Antisipasi Menteri Pertanian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. Sejumlah pedagang ayam di daerah Jawa Barat sepakat mogok berdagang beberapa hari setelah harga ayam terus meroket sepanjang Agustus. TEMPO/Prima Mulia

    Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. Sejumlah pedagang ayam di daerah Jawa Barat sepakat mogok berdagang beberapa hari setelah harga ayam terus meroket sepanjang Agustus. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelombang mogok jualan pedagang ayam masih terus terjadi meski Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah memberikan imbauan. Untuk mengatasi masalah ini, ia berencana membuat tim khusus.

    "Anggotanya dari Kementan dan asosiasi unggas. Tugasnya untuk menyampaikan informasi dan koordinasi dengan para pedagang," katanya di kantornya pada Kamis, 20 Agustus 2015. Menurut dia, perlu ada koordinasi terkait dengan kondisi harga-harga antarpelaku usaha ayam.

    Sebelumnya, muncul pelbagai keluhan terkait dengan penyebab meroketnya harga daging ayam hingga menembus Rp 40 ribu per kilogram. Beberapa pedagang mengeluhkan mahalnya harga bibit dari peternak karena harga pakan juga ikut naik. Namun Amran membantah keluhan ini.

    Setelah bertemu dengan sejumlah asosiasi pelaku usaha ayam, ia menyatakan harga ayam hidup dari peternak rata di semua daerah. Ayam hidup dipatok Rp 17-20 ribu per ekor.

    Hal ini dibenarkan Ahmad Dawami, Ketua Asosiasi Rumah Potong Unggas Indonesia (Arphuin). Ia membenarkan harga yang dipatok para peternak berada pada kisaran yang disebutkan Amran.

    "Memang bertambah, karena ada biaya distribusi dan lain-lain," ucapnya. Namun harga saat dijual sebagai karkas di pasar tak melebihi Rp 38 ribu per kilogram.

    Kondisi harga saat ini, menurut Dawami, merupakan dampak dari libur panjang Lebaran ditambah long weekend peringatan kemerdekaan Indonesia lalu. Peternak mengurangi jumlah anak ayam beredar hingga 50 persen. Itu pun masih ditambah dengan gagal produksi akibat musim kemarau yang memangkas 15 persen produksi.

    Namun Amran memastikan kelangkaan stok ini akan berakhir maksimal dua pekan ke depan, dan harga akan dijaga agar stabil di bawah Rp 40 ribu per kilogram. "Saya jamin harga dan stok aman. Untuk itu, kami mengimbau para pedagang untuk tak melakukan aksi mogok," tuturnya.

    Apabila para pedagang tetap nekat, pemerintah akan mengantisipasi kebutuhan pasar dengan melakukan operasi. Saat ini Perum Bulog sudah mulai gencar melakukan operasi pasar di sejumlah titik pasar di Jabodetabek. Daging ayam segar dijual dengan harga Rp 37 ribu per ekor. Operasi akan dilangsungkan hingga kondisi pasar kembali kondusif.

    URSULA FLORENE SONIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?