Pemerintah Akan Mengimpor Sapi, Bojonegoro dan Lamongan Resah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sapi untuk qurban yang baru tiba  di Jalan Jenderal Achmad Yani, Jakarta, Minggu (23/11). Sapi-sapi tersebut berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. ANTARA/Ujang Zaelani

    Sapi untuk qurban yang baru tiba di Jalan Jenderal Achmad Yani, Jakarta, Minggu (23/11). Sapi-sapi tersebut berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. ANTARA/Ujang Zaelani

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Suyoto berharap niat pemerintah pusat mengimpor sapi sebanyak 300 ribu ekor diikuti dengan upaya pengelolaan secara hati-hati. Dia mengingatkan bahwa pengelolaan yang kurang tepat justru berisiko tinggi merusak pasar.

    Suyoto mengatakan saat ini harga sapi di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan sedang bagus, yakni Rp 42-43 ribu per kilogram, dan harga dagingnya, Rp 95-100 ribu per kilogram. Kisaran harga itu, menurut dia, terjaga dengan stabil sekalipun harganya di Jakarta dan Jawa Barat melonjak hingga lebih dari Rp 125 ribu per kilogram untuk harga daging.

    "Impor sapi jangan sampai hancurkan harga di pasaran di daerah," kata Suyoto, Rabu, 19 Agustus 2015. Dia menambahkan, populasi sapi di Bojonegoro yang sebanyak 169.639 ekor sapi potong cukup untuk memenuhi kebutuhan daging di daerah itu dan sekitarnya.

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan Sukriyah malah terang-terangan menolak adanya impor sapi. Dia mendukung keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama ini yang melarang adanya impor ke daerah itu. "Jadi sikap kami jelas,” ujarnya.

    Menurut Sukriyah, sikap menolak daging impor juga disuarakan dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Landasan yuridisnya ada pada aturan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur untuk menolak sapi dan daging sapi impor. Dia juga mengatakan populasi sapi ternak di Lamongan cukup untuk kebutuhan lokal, yaitu sebanyak 99.013 ekor.

    Sebelumnya, pemerintah pusat siap-siap mengimpor 300 ribu sapi untuk mengatasi kelangkaan pasokan daging di pasar. Tujuannya, menjaga stabilitas harga daging sapi yang melambung di beberapa daerah. “Untuk sisa tahun ini, bisa impor 200 hingga 300 ribu ekor sapi,” ujar Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Thomas mengatakan impor sapi merupakan upaya pemerintah dalam memberantas ulah spekulan yang menahan pasokan sehingga komoditas menjadi langka dan harganya tinggi. ”Kami siap mengguyur pasar, supaya yang menimbun stok berpikir dua kali,” katanya.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.