Nilai Tukar Petani Naik 0,06%, Petani Makin Makmur?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani yang membiarkan tanaman tomatnya busuk dan kering setelah harganya terjun bebas di angka Rp 200 per kg di Desa Pagerwangi, Bandung, Jawa Barat, 18 Agustus 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Petani yang membiarkan tanaman tomatnya busuk dan kering setelah harganya terjun bebas di angka Rp 200 per kg di Desa Pagerwangi, Bandung, Jawa Barat, 18 Agustus 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Banten pada Juli 2015 meninggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya ke level 103,22. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi menjelaskan berdasarkan pemantauan terhadap harga perdesaan di beberapa kabupaten di Banten pada bulan lalu diketahui NTP naik 0,06%.

    “Kenaikan itu disebabkan laju kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih cepat daripada laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani,” ucapnya, Rabu (19 Agustus 2015).

    Kenaikan indeks harga diterima lebih tinggi daripada harga dibayar dapat mengindikasikan perbaikan daya beli petani di banten.

    Indeks harga yang diterima (It) pada Juli tercatat 122,33 menunjukkan kenaikan 0,92% terhadap  Juni, sedangkan indeks harga yang dibayar (Ib) 118,44 setara dengan laju 0,85%.

    Itu menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani.

    Kenaikan It pada Juli terpengaruh peningkatan It empat subsektor, yakni tanaman pangan 1,26%, tanaman perkebunan rakyat 0,59%, peternakan 1,75%, dan perikanan 0,65%.

    Sementara realisasi Ib bulan lalu menunjukkan pergerakan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat perdesaan beserta fluktuasi harga barang dan jasa untuk memproduksi hasil pertanian.

    Peningkatan Ib Juli disebabkan indeks konsumsi rumah tangga maupun BPPBM (biaya produksi dan penambahan barang modal) seluruhnya naik.

    Dilihat dari pembagian sektor, laju NTP pada bulan ketujuh terdorong peningkatan NTP tiga subsektor.

    Suhaimi menyebutkan subsektor perternakan naik 1,13%, tanaman pangan 0,30%, dan perikanan 0,05%.

    “Tapi kenaikan NTP ini jadi tidak terlalu besar karena subsektor hortikultura turun sampai 0,99%, tanaman perkebunan rakyat juga susut 0,26%,” ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.