Apersi Meminta Pemerintah Mensubsidi Kredit Konstruksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja saat menyelesaikan bagian luar dari Kuil Sanctuary of Truth di Pattaya, Thailand (14/10).  Bangunan ini telah dibangun sejak tahun 1981 dan masih dalam proses kontruksi, diperkirakan akan selesai sepenuhnya pada tahun 2025. TEMPO/Charisma Adristy

    Pekerja saat menyelesaikan bagian luar dari Kuil Sanctuary of Truth di Pattaya, Thailand (14/10). Bangunan ini telah dibangun sejak tahun 1981 dan masih dalam proses kontruksi, diperkirakan akan selesai sepenuhnya pada tahun 2025. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengembang Perumahan & Permukimaan Seluruh Indonesia (Apersi) meminta pemerintah mengucurkan subsidi untuk menekan tingkat bunga kredit konstruksi.

    Eddy Ganefo, Ketua Umum Apersi, mengatakan tingkat bunga kredit konstruksi yang dipatok perbankan saat ini mencapai 14%-15% dan memberatkan perusahaan pengembang. "Ini terlalu mahal," tukasnya, Selasa, 18 Agustus 2015.

     

    Menurut Eddy, tingkat bunga kredit konstruksi yang rendah akan mendorong penurunan biaya kontruksi sehingga harga jual rumah kepada masyarakat bisa terjangkau. Eddy mengimbuhkan, subsidi bisa diberikan dalam bentuk subsidi selisih bunga sehingga bunga kredit yang didapat pengembang bisa lebih rendah.

     

    Dia menerangkan, subsidi bunga untuk kredit konstruksi akan melengkapi skema subsidi yang selama ini diberikan hanya kepada konsumen.

     

    Subsidi untuk kredit konstruksi menurutnya akan membantu pengembang untuk menyediakan pasokan hunian lebih banyak. "Ini kan masalah supply," katanya. Sebagaimana diketahui, angka defisit hunian atau backlog mencapai 15 juta unit.

     

    Eddy mengungkapkan, industri properti kian tertekan setelah Bank Indonesia menerbitkan beleid yang melarang pembiayaan untuk unit properti inden sejak September 2013.

     

    Larangan itu menurutnya membuat arus kas perusahaan pengembang menjadi terbatas karena sumber dana untuk pembangunan proyek murni dari modal perusahaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.