Menteri Lembong: Pemerintah Siap Impor 300 Ribu Ekor Sapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menurunkan sapi dari atas truk sebelum masuk kandang di RPH PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta, 14 Agustus 2015. Rumah Pemotongan ini telah melayani sejak 1983. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pekerja menurunkan sapi dari atas truk sebelum masuk kandang di RPH PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta, 14 Agustus 2015. Rumah Pemotongan ini telah melayani sejak 1983. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan mengimpor 300 ribu ekor sapi untuk mengatasi kelangkaan pasokan daging sapi dan menjaga stabilitas harga komoditas ini yang sekarang melambung tinggi di beberapa daerah.

    "Untuk sisa tahun ini kita mungkin bisa impor 200 ribu-300 ribu ekor. Kami sepakat dan masih menjalankan prosesnya," ujar Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Thomas mengatakan impor ini adalah upaya pemerintah dalam memberantas ulah spekulan yang menahan pasokan sehingga komoditas menjadi melangka dan harga meninggi.

    "Kami siap untuk mengguyur pasar, supaya yang menimbun stok ini berpikir dua kali. Karena ketika kita mengguyur pasar, harga akan anjlok, dan yang menimbun itu akan mengalami kerugian finansial cukup berat," tegas Thomas.

    Dia berjanji untuk berkoordinasi dengan Menteri Pertanian karena penambahan stok melalui impor juga dilakukan berdasarkan kebutuhan daging sapi di dalam negeri.

    "Saya kira beliau punya strategi untuk pengembangan industri ini agar dalam jangka panjang sangat bagus. Tapi tentunya saya yang ditugaskan untuk menertibkan pasar," kata dia.

    Sejak Minggu, 9 Agustus 2015, para pedagang daging sapi di sejumlah daerah di Indonesia menggelar aksi mogok akibat melonjaknya harga daging yang pada pascalebaran mencapai Rp 110.000 per kg dan kini sudah menyentuh Rp 120.000 per kg.

    Sementara harga karkas (daging dan tulang) sudah mencapai Rp 94.000 per kg, padahal sebelum Lebaran masih dipatok Rp86.000 per kg, dan saat kondisi normal hanya Rp 80.000 per kg.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.