Di Merauke, Menteri Basoeki Siapkan Sarana Pertanian Modern  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani berjalan disungai usai memperbaiki kincir air di Sungai Citanduy, Kampung Sukasirna, Tasimalaya, Jawa Barat, 12 Juli 2015. Kincir air yang dibuat hasil swadaya para petani ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah saat musim kemarau. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Petani berjalan disungai usai memperbaiki kincir air di Sungai Citanduy, Kampung Sukasirna, Tasimalaya, Jawa Barat, 12 Juli 2015. Kincir air yang dibuat hasil swadaya para petani ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah saat musim kemarau. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berjanji akan mendukung penyediaan sarana pengairan dalam proyek sawah modern di Merauke. Proyek percontohan yang didukung pemerintah dan swasta ini memanfaatkan lahan seluas 400 hektare.

    Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengatakan, pihaknya akan mendukung program itu dengan menyediakan sarana pengairan yang dibutuhkan. Kondisi lahan di Merauke yang banyak terdiri dari rawa. “Kami dari PU akan mendukung penyediaan air irigasinya, melalui pembangunan long storage karena kita sudah lama bergerak di sana, baik di satuan penukiman transmigrasi maupun penduduk setempat,” ujarnya.

    Menurutnya, wilayah Merauke memiliki potensi lahan pertanian seluas 1,2 juta hektare, dari total area sekitar 4,6 juta hektare. Namun, dari jumlah tersebut, Kemen PUPR baru menyiapkan sarana infrastruktur irigasi seluas 400 hektare, sesuai dengan program percontohan yang ditetapkan pemerintah.

    Di sisi lain, pengadaan lahan pertanian ini juga  akan melibatkan pihak swasta dan pemerintah. Basuki mengatakan, 10 ribu hektare pertama akan dibuka oleh PT  Medco Energi International Tbk sedangkan  10 ribu hektare selanjutnya akan dibuka oleh Kementerian Pertanian. Meski demikian, pihaknya tidak merinci anggaran yang akan digelontorkan pemerintah untuk proyek tersebut.

    "Potensi di sana (Merauke) ada 1,2 juta hektare, tapi kan tidak bisa sekaligus. Nah, ini yang mau dibuka dulu sebanyak 10 ribu hektare oleh Medco dan 10 ribu hektare oleh Kementerian Pertanian. Ini akan dibikin percontohan dulu 400 hektare,” katanya.

    Sebelumnya, menteri Basoeki menerima kedatangan pengusaha pendiri Medco Foundation Arifin Panigoro di kantor Kementerian PUPR pada pekan lalu, dengan didampingi oleh Dirjen SDA Mudjiadi dan Kepala Badan Pengembangan Wilayah Hermanto Dardak. Kedatangan Arifin tersebut dalam rangka meminta dukungan pemerintah untuk realisasi proyek sawah modern tersebut.

    Arifin menyatakan proyek percontohan sawah modern ini cocok untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras. Menurutnya, Merauke berpotensi menjadi lumbung padi nasional, terlebih bila dioleh dengan mekanisme sistem pertanian yang modern.

    “Rencana selanjutnya kami akan membuka 9.000 hektare sawah modern dan sejuta hektar untuk jangka panjang. Jadi kami sudah tidak bisa main-main dalam menjalankan program ini,” katanya.

    Arifin membandingkan sistem pertanian modern seperti ini sudah lebih dulu diterapkan di beberapa negara seperti Thailand dan Vietnam. Salah satu faktor keberhasilan sawah modern tersebut adalah tersedianya infrastruktur yang memadai.

    “Tanpa dukungan infrastruktur air yang memadai, proyek ini tidak akan jalan. Dukungan infrastruktur jalan dan jembatan akses menuju pelabuhan dan perumahan bagi petani juga diperlukan. Saya perlu kawan untuk mewujudkan proyek ini,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.