Konsumsi Masih Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro terlihat berbincang saat pengumuman harga Bahan Bakar Minyak di Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, 31 Desember 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro terlihat berbincang saat pengumuman harga Bahan Bakar Minyak di Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, 31 Desember 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan sektor konsumsi masih menjadi penyumbang besar pertumbuhan ekonomi tahun depan. Untuk itu Bambang menilai sektor ini penting dijaga agar
    stabil.

    Bambang menargetkan konsumsi bertumbuh 5 hingga 5,1 persen di tahun 2016 karena sektor tersebut masih menyokong 60 persen dari pertumbuhan ekonomi. "Tapi dia tidak bisa dipacu lebih jauh lagi karena memang sudah segitu pertumbuhannya. Kuncinya supaya kita bisa jauh lebih baik dari sebelumnya adalah di investasi," katanya di kompleks Istana Merdeka, Senin 17 Agustus 2015.

    Menurut Bambang, investasi,  terbagi menjadi dua, investasi pemerintah dan swasta. Untuk investasi pemerintah, belanja infrastruktur tahun 2016 disiapkan jauh lebih besar dari tahun ini. "Ini merupakan upaya mendorong investasi dari sisi pemerintah."

    Sedangkan dari sisi swasta, Bambang berharap lebih banyak aliran investasi yang masuk dan ekspor tumbuh meski angkanya satu hingga dua persen. Dia memperkirakan kondisi ekonomi global menjadi lebih baik dan stabil di tahun 2016.

    Bambang merasa yakin ekonomi global tahun depan membaik. Dia berharap tahun 2016, sudah ada kepastian Amerika Serikat menaikkan suku bunga.

    Cina juga diperkirakan telah menemukan keseimbangan yuan yang baru dengan melakukan devaluasi. Eropa dan Jepang, juga masih melanjutkan stimulus moneter. Oleh karena itu, Bambang menilai target pertumbuhan ekonmoi sebesar 5,5 persen cukup realistis.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.