Bebas Visa, Kawasan Wisata Bali Kebanjiran Wisman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asing menyiram penyu hasil sitaan yang akan dilepasliarkan di Pantai Kuta, Bali, 30 Juli 2015. Selain tujuh ekor penyu hijau dan seekor penyu lekang yang merupakan hasil sitaan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Bali di bulan Juni, dalam acara tersebut ratusan ekor anak penyu atau tukik hasil konservasi juga dilepas ke laut. TEMPO/Johannes P. Christo

    Wisatawan asing menyiram penyu hasil sitaan yang akan dilepasliarkan di Pantai Kuta, Bali, 30 Juli 2015. Selain tujuh ekor penyu hijau dan seekor penyu lekang yang merupakan hasil sitaan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Bali di bulan Juni, dalam acara tersebut ratusan ekor anak penyu atau tukik hasil konservasi juga dilepas ke laut. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat internasional terutama yang berasal dari negara di kawasan Asia menyambut baik kebijakan bebas visa yang diberikan pemerintah Indonesia dengan bertambah ramai melakukan liburan ke Bali.

    "Masyarakat asal tiga negara di kawasan Asia yakni Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan sudah menunjukkan angka meningkat dalam melakukan perjalanan wisata ke Bali di awal tahun 2015," kata pengamat pariwisata Dewa Nyoman Putra di Denpasar, Senin 17 Agustus 2015.

    Turis asing asal Cina, Korea, dan Jepang tampaknya paling antusias menyambut baik usaha pemberlakuan bebas visa dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanagera ke Bali dan turis dari ketiga negara itu meningkat signifikan.

    Penghuni hotel yang tersebar di kawasan wisata Bali kebanyakan diisi turis asal Asia Pasifik, bahkan masyarakat asal negeri matahari terbit itu bertambah banyak setelah ada wacana bebas visa ke Indonesia, terutama ke Pulau Dewata.

    Ia mengatakan, sesuai catatan Dinas pariwisata Bali, kedatangan turis Cina, Korea Selatan dan Jepang ke Bali naiknya rata-rata di atas 10 persen perioda Januari-Juni 2015, sedangkan turis Malaysia dan Singapura justru sebaliknya.

    Turis Cina yang berlibur ke Bali pada enam bulan pertama 2015 sebanyak 340.711 orang atau bertambah 28,64 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini mencapai17, 79 persen dari seluruh pelancong ke daerah ini sebanyak 1,9 juta orang.

    Sementara turis Jepang juga mengalami peningkatan hingga 11,86 persen dari 93.090 orang menjadi 104.127 orang Januari-Juni 2015, Turis asal Korea juga naik 10, 65 persen menjadi 75.433 orang dari sebelumnya hanya 68.172 orang.

    Dewa Nyoman mengatakan, pemerintah mulai 2015 menambah empat negara bebas visa yakni selain ketiga negara tadi juga Rusia, namun jumlah turis asing asal negeri beruang merah itu tetap berkurang ke Bali. Hal itu disebabkan antara lain masih sulitnya sarana transportasi udara dari Indonesia ke Rusia pergi pulang, walau pun ada turis Rusia ke Bali umumnya memanfaatkan penerbangan jenis carteran.

    Ini salah satu hambatan turis Rusia ke Bali, maka tidak mengherankan jika pelancong negeri itu berkurang menjadi hanya 25.574 orang Januari-Juni 2015, turun hingga 35 persen dari periode sama 2014 mencapai 39.783 orang.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.