Daging Sapi Langka di Jakarta, Ternak dari NTT Diborong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor sapi ternak yang ikut dalam Kontes Sapi Ternak tahunan diikat dalam kandang di Klaten, Jawa Tengah, 22 November 2014. (Agoes Rudianto/Agency Anadolu/Getty Images)

    Seekor sapi ternak yang ikut dalam Kontes Sapi Ternak tahunan diikat dalam kandang di Klaten, Jawa Tengah, 22 November 2014. (Agoes Rudianto/Agency Anadolu/Getty Images)

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Pertanian mengambil kebijakan untuk mengirim ternak sapi dari Nusa Tenggara Timur ke Jakarta guna mengatasi kelangkaan dan kenaikan daging sapi di wilayah Jabodetabek.

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Sabtu, menyatakan kebijakan tersebut diambil sebagai upaya jangka panjang dalam mengatasi persoalan kelangkaan dan kenaikan harga daging yang selalu muncul.

    "Akan ada enam kapal yang disiapkan untuk mengangkut sapi potong dari NTT ke Jakarta," kata Menteri di sela Pemberian Penghargaan Nasional bagi Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2015 di Auditorium Kementerian Pertanian.

    Menteri Amran menyatakan kapal pengangkut ternak tersebut memiliki kapasitas muat hingga 500 ekor sekali jalan, dan direncanakan mulai akhir Agustus 2015 sudah mulai berjalan satu armada.

    Menanggapi adanya ketentuan bahwa ternak dari NTT tidak diizinkan dibawa ke Pulau Jawa, Amran menyatakan pihaknya akan menyusun regulasi untuk memungkinkan hal itu bisa dilakukan. Sedangkan terkait dengan pelabuhan pendaratan kapal pengangkut ternak dari NTT tersebut, dia tidak menyatakan secara pasti.

    Selain itu, Amran mengatakan, untuk meningkatkan populasi ternak sapi ke depan, pihaknya akan meningkatkan gerakan inseminasi buatan (IB) dan program gertak birahi bagi sapi betina. "Tahun ini ditargetkan mampu mencapai 3,8 juta ekor sapi yang mendapatkan IB," ucapnya.

    Menyinggung kebijakan impor sapi yang akan dilakukan untuk mengatasi kelangkaan daging dan kenaikan harga di pasar dalam negeri, Amran menyatakan pemerintah memberikan kewenangan kepada dua BUMN, yakni Perum Bulog dan PT Berdikari, untuk melakukan hal itu.

    Sebelumnya, ketika melakukan inspeksi ke sejumlah perusahaan penggemukan ternak (feedloter) didapati adanya stok sapi yang mencapai 21 ribu ekor di PT Tanjung Unggul Mandiri (PT TUM) di Teluk Naga, Tangerang, Banten, serta PT Pasir Tengah di Cikalong, Cianjur, Jawa Barat, yang mencapai 13 ribu ekor.

    Kementerian Pertanian mencatat stok sapi di kandang perusahaan penggemukan sapi (feedloter) masih di atas 100 ribu ekor. Rata-rata kebutuhan per bulan sebanyak 60 ribu ekor di tiga wilayah, yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

    Menurut data stok sapi dari Asosiasi Pengusaha Feedlot Indonesia (APFINDO) per 24 Juli 2015, tercatat ada 178.781 ekor sapi siap potong dan sapi bakalan yang ada di 35 perusahaan anggota APFINDO. "Stok sapi 158 ribu tambah 50 ribu ekor, cukup empat bulan. Jabodetabek butuh 40 ribu ekor per bulan," ujar Amran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.