Menteri Klaim Industri Non-Migas Tumbuh 5,27 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi bertajuk International Conference of Creative Industry (ICCI) 2015 telah resmi dibuka kembali, Selasa (11/8). Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Saleh Husin SE MSi yang hadir dan turut membuka acara yang digelar di Denpasar, Bali ini. Menperin menyatakan dukungan penuh pada gerakan pengembangan industri kreatif yang diusung Jurusan Desain Produk Industri (Despro) ITS ini. SUMBER FOTO : its.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Konferensi bertajuk International Conference of Creative Industry (ICCI) 2015 telah resmi dibuka kembali, Selasa (11/8). Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Saleh Husin SE MSi yang hadir dan turut membuka acara yang digelar di Denpasar, Bali ini. Menperin menyatakan dukungan penuh pada gerakan pengembangan industri kreatif yang diusung Jurusan Desain Produk Industri (Despro) ITS ini. SUMBER FOTO : its.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian mencatat, pertumbuhan industri pengolahan non-migas pada triwulan II tahun 2015 sebesar 5,27 persen.

    "Capaian pertumbuhan industri triwulan II tahun 2015 sebesar 5,27 persen dan itu berarti naik dari periode triwulan I kemarin yang sebesar 5,21 persen," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin usai mengikuti Sidang Paripurna DPR RI melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2015.

    Angka pertumbuhan industri tersebut, juga terhitung lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun ini yang mencapai 4,67 persen.

    "Ini menguatkan optimisme untuk terus bekerja keras dan fokus dalam mengembangkan dan memperkuat struktur industri, serta hilirisasi, yang akhirnya kita menyokong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan penciptaan lapangan kerja," ujar Menperin.

    Hingga triwulan II, lanjut Menperin, nilai total investasi yang masuk pada triwulan II pada tahun 2015 mencapai 5,07 miliar dollar AS, di mana capaian itu tumbuh 14,5 persen dibanding periode serupa 2014 yang sebesar 4,43 miliar dollar AS.

    "Sesuai pidato Presiden yang juga mengungkapkan arah pembangunan untuk mengurangi kemiskinan dan pemerataan pembangunan, pada dasarnya, pengembangan industri nasional juga mendukung kesejahteraan masyarakat tersebut," kata Menperin.

    Hal itu juga terpapar pada kegiatan prioritas Kemenperin tahun 2016, antara lain, pengembangan perwilayahan industri di luar Pulau Jawa berupa 6 wilayah pusat pertumbuhan industri terutama yang berada dalam koridor ekonomi, 25 kawasan peruntukan industri, 14 Kawasan Industri dan 5 sentra IKM.

    Selain itu, revitalisasi perusahaan industri tekstil dan aneka, pembuatan prototype kereta penumpang, penyusunan desain pabrik methanol berbasis gasifikasi batubara berkapasitas 500.000 ton per tahun, pabrik Paracetamol 10 ribu ton per tahun, amoxicilin 750 ton per tahun, dan garam farmasi 6.000 ton per tahun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.