Bujet Perbaiki Pantura Rp 1,1 Triliun, Kenapa Tak Lewat Laut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bongkar muat peti kemas di dermaga pelabuhan Tanjung Priok. Foto ini diambil dari atas udara. Jakarta, 3 Agustus 2015. Dimas Ardian/Getty Images

    Suasana bongkar muat peti kemas di dermaga pelabuhan Tanjung Priok. Foto ini diambil dari atas udara. Jakarta, 3 Agustus 2015. Dimas Ardian/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) selama ini selalu menjadi masalah. Jalur itu diserbu pemudik saban tahun dan akibatnya pemerintah mengeluarkan anggaran besar untuk memperbaikinya. Seperti diketahui, pemerintah harus mengeluarkan anggaran pemeliharaan jalur Pantura berkisar Rp 1,1, triliun sampai Rp 1,6 triliun per tahun.

    Mengapa duit sebanyak itu tak digunakan untuk memperbaiki transportasi lewat laut? 
    Kementerian Perhubungan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan tengah mempersiapkan studi kesiapan transportasi multimoda dalam penyelenggaraan short sea shipping di Jawa. Kajian itu untuk melihat potensi pengguna truk yang bisa beralih ke kapal laut untuk mengurangi beban jalur jalan terutama di Pantai Utara Jawa (Pantura).

    Siti Fatimah, Kepala Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, mengatakan pada studi terdahulu menyatakan bahwa kapal laut tidak bisa bersaing dengan jalur darat sehingga tidak diminati. Sementara, biaya perbaikan jalan akibat beban truk yang harus ditanggung pemerintah lebih besar yakni mencapai Rp 1,1 triliun sampai Rp 1,6 triliun.

    "Penyelenggara angkutan barang itu pokoknya melihat biaya murah yang dikeluarkan," katanya, Kamis (13 Agustus 2015).

    Dia menargetkan studi ini akan selesai pada akhir tahun sehingga dapat segera direkomendasikan kepada menteri untuk mengambil langkah kebijakan. Guru Besar Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ofyar Z Tamin menuturkan hasil studi itu juga akan memberikan masukan kepada pemerintah terkait subsidi yang harus diberikan kepada operator kapal penyelenggarashort sea shipping

    Dalam penelitian sebelumnya (Lohdaya Perkasa, 2014) bahwa bila disubsidi tarif angkutan short sea shipping dari Jakarta-Surabaya (PP) mampu bersaing dengan tarif moda truk. Selain itu, Ofyar menyatakan keberadaan kapal Roll on-Roll off (RoRo) yang tidak bisa menimbang besar angkut muatan truk dapat merugikan pemilik kapal.

    "Masalah tonase tadi. Jangan jumlah truk , tapi tonasenya, Karena kalau satu truk itu 100 ton terus panjang, rugi dong dia ," ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.