Pasca Reshuffle IHSG BEI Ditutup Menguat 104,75 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo membuka Bursa Efek Indonesia secara simbolis  (BEI) di Jakarta, Jumat 2 Januari 2015. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,13 persen (6,84 poin) ke level 5.233,79 pada perdagangan perdana. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden RI Joko Widodo membuka Bursa Efek Indonesia secara simbolis (BEI) di Jakarta, Jumat 2 Januari 2015. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,13 persen (6,84 poin) ke level 5.233,79 pada perdagangan perdana. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 104,75 poin pada Kamis menyusul gencarnya aksi beli setelah pada perdagangan hari sebelumnya harga saham-saham terkoreksi tajam.

    Namun, penguatan pasca-reshuffle itu menurut beberapa analis lebih didorong oleh faktor teknikal, sementara pengaruh perombakan Kabinet Kerja pemerintah Jokowi-JK tidaklah signifikan.

    IHSG BEI ditutup menguat sebesar 104,75 poin atau 2,34 persen menjadi 4.584,25, sedangkan indeks kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 22,80 poin (3,03 persen) menjadi 775,12.

    "Faktor technical rebound menopang IHSG BEI, pelaku pasar memanfaatkan saham-saham yang telah terkoreksi untuk diakumulasi kembali," ujar Analis dari LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo.

    Lucky menyarankan pelaku pasar untuk mengakumulasi pembelian secara bertahap karena beberapa sentimen kedepan akan sangat berpengaruh, seperti rencana bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserves/the Fed) untuk menaikkan suku bunga.

    "Estimasi kalangan analis, the Fed akan menaikan suku bunganya pada September nanti, jika hal itu terealisasi maka dolar AS berpotensi menguat terhadap mayoritas mata uang dunia termasuk rupiah, dan dampaknya akan ke pasar saham," katanya.

    Lucky mengatakan bahwa perombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Jolo Widodo dan Wapres Jusuf Kalla belum berpengaruh signifikan terhadap pasar saham.

    "Reshuffle kabinet belum berpengaruh signifikan pada jangka pendek ini karena pasar masih akan mencermati terlebih dahulu langkah-langkah yang dilakukan Menteri baru. Jika kebijakannya diterima pasar maka pengaruh ke pasar modal akan terasa untuk jangka panjang," katanya.

    Sepanjang hari ini, transaksi di BEI tercatat mencapai frekuensi 244.973 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan 3,90 miliar lembar senilai Rp4,31 triliun. Sebanyak 232 saham bergerak naik, 75 saham bergerak turun, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan sebanyak 73 saham.

    Dari pasar regional, indeks Hang Seng bursa Hong Kong ditutup menguat 102,78 poin (0,43 persen) ke level 24.018,80, indeks Nikkei bursa Tokyo naik 202,78 poin (0,99 persen) ke level 20.595,55, dan indeks Straits Times bursa Singaura menguat 40,31 poin (1,32 persen) ke posisi 3.101,80.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.