HUT RI, KAI Gratiskan Tiket Kereta, Apa Saja?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang antre mencetak tiket kereta api di loket Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 11 Mei 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah calon penumpang antre mencetak tiket kereta api di loket Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 11 Mei 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 8 Surabaya menggratiskan tiket tujuh kereta api lokal yang beroperasi di wilayah itu pada 17 Agustus 2015. Ini merupakan program Merdeka, bagian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri.

    "Kami menggratiskan tiket tujuh KA lokal bersubsidi tepat tanggal 17 Agustus 2015, dan jadwal keberangkatan mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB," kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Sumarsono, di Surabaya, Kamis 13 Agustus 2015.

    Ia mengatakan masyarakat bisa mendapat tiket kereta gratis di setiap stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya. PT KAI Daop 8 Surabaya akan mengembalikan uang warga yang sudah terlanjur membayar pesanan tiket untuk keberangkatan 17 Agustus 2015.

    "Akan kami kembalikan 100 persen dengan menunjukkan bukti tiket di loket masing-masing stasiun, khusus keberangkatan pukul 08.00 sampai 17.00 WIB, dan pengembalian biaya tiket hanya pada tanggal 17 Agustus 2015," katanya.

    Sumarsono menambahkan, meski gratis masyarakat yang akan menikmati program ini tetap wajib membawa tiket saat naik kereta. Sebab, jumlah tiket gratis disesuaikan dengan daya tampung kereta.

    Adapun tiket kereta gratis disediakan untuk perjalanan menggunakan kereta api berikut:

    KA Jenggala jurusan Sidoarjo-Mojokerto

    KA Dhoho rute Surabaya Kota-Kertosono-Blitar

    KA Penataran rute Surabaya Kota-Malang-Blitar.

    KRD rute Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi-Bojonegoro

    KRD rute Surabaya-Kertosono

    KA Komuter rute Surabaya-Porong

    KA Sulam rute Surabaya Pasar Turi-Lamongan

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.