Cina, Ibarat Teman Tapi Lawan Bagi Banten

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Posisi Cina bagi Indonesia, khususnya Provinsi Banten, ibarat teman tapi lawan dilihat dari sisi perdagangan. 

    “Pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Juni 2015 adalah Cina,” ucap Kepala BPS Banten Syech Suhaimi, Rabu (12 Agustus 2015). 

    Tiongkok bukan hanya sasaran utama ekspor produk nonmigas tetapi juga menjadi sumber impor terbesar. Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat selama semester pertama tahun ini porsi impor dari Cina mencapai 16,42%. 

    Suhaimi mengatakan realisasi impor nonmigas dari Cina pada Januari – Juni tahun ini US$688,06. Nilai ini melonjak 100% dari perolehan termin yang sama tahun lalu. Perolehan pada Juni saja sejumlah US3,52 juta naik 63,1% dari bulan sebelumnya. 

    Berturut-turut sumber impor terbesar setelah Tiongkok adalah Singapura dan Australia, porsi masing-masing 14,02% dan 12,02%. 

    Meskipun Singapura tak punya kekayaan alam seperti Indonesia tetapi negara ini mampu membuat nonmigas Banten candu. Tampak sumber daya alam tak melulu jadi faktor utama, yang lebih penting mungkin penguasaan teknologi. 

    Porsi impor dari Singapura sebesar 14,02% sama dengan US$587,54 juta. Sementara pembelian dari Negeri Kanguru US$503,54 juta. Jika angka ini dibandingkan secara year on year, impor dari Singapura menyusut sedangkan dari Australia bertambah.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.