IPO, Bank Harda Catatkan 3,61 Miliar Lembar Saham

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pialang di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5). Otoritas bursa menggelar acara 'Investor Day' selama dua hari (11-12 Mei) untuk mempertemukan manajemen perusahaan tercatat (emiten) dengan pemegang saham, termasuk analis dan fund manager. Tempo/Panca S

    Pialang di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5). Otoritas bursa menggelar acara 'Investor Day' selama dua hari (11-12 Mei) untuk mempertemukan manajemen perusahaan tercatat (emiten) dengan pemegang saham, termasuk analis dan fund manager. Tempo/Panca S

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Harda Internasional Tbk. mencatatkan 3,61 miliar lembar saham perdana (initial public offering/IPO) menjadi emiten ke-517 dengan kode saham BBHI.

    Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia, Selasa (11 Agustus 2015), Bank Harda bakal melantai di pasar modal pada Rabu (12 Agustus 2015). Emiten ke-12 itu mencatatkan 800 juta lembar saham baru dalam IPO kali ini.

    Bank Harda mematok harga saham saat IPO senilai Rp125 per lembar dengan total perolehan dana Rp100 miliar. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar Bank Harda mencapai Rp451,68 miliar.

    Seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan bisnis dengan penguatan struktur pendanaan jangka panjang bagi ekspansi kredit.

    BBHI bakal dicatat di papan pengembangan dengan sektor finansial dan subsektor bank. Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi adalah PT Lautandhana Securindo.

    Perusahaan yang berdiri pada 21 Oktober 1992 itu mengantongi pendapatan bunga Rp222,5 miliar sepanjang tahun lalu, lebih tinggi dari periode 2013 senilai Rp164,77 miliar. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp81,74 miliar dari sebelumnya Rp73,55 miliar.

    Laba bersih yang dikantongi Bank Harda pada tahun lalu mencapai Rp12,44 miliar, lebih tinggi dari sebelumnya Rp11,46 miliar.

    Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Harda pada tahun lalu mencapai Rp1,62 triliun pada 2014 dari sebelumnya Rp1,34 triliun. Fungsi intermediasi mencapai Rp1,5 triliun dari Rp1,2 triliun.

    Total aset perseroan hingga 31 Desember 2014 mencapai Rp2,02 triliun dari sebelumnya Rp1,63 triliun. Liabilitas mencapai Rp1,73 triliun dari Rp1,43 triliun.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.