Harga Daging Mahal, Aher Minta Bulog Tetap Operasi Pasar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memotong sapi di Rumah Pemotongan Hewan Ciroyom, Bandung, Jawa Barat, 13 Agustus 2015. RPH mulai melakukan pemotongan sekitar 50 ekor sapi untuk kebutuhan masyarakat setelah selama 4 hari kemarin para pedagang daging berhenti berjualan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pekerja memotong sapi di Rumah Pemotongan Hewan Ciroyom, Bandung, Jawa Barat, 13 Agustus 2015. RPH mulai melakukan pemotongan sekitar 50 ekor sapi untuk kebutuhan masyarakat setelah selama 4 hari kemarin para pedagang daging berhenti berjualan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta Bulog menggelar Operasi Pasar (OP) daging sapi jika harga masih mahal pasca-berakhirnya mogok jualan pedagang sapi. "Kalau gelagatnya harga daging sapi masih tinggi, operasi pasar lagi. Kami harus menjamin pasokan kepada masyarakat tingkat paling bawah," kata dia saat mengunjungi Pasar Kosambi Bandung, Rabu, 12 Agustus 2015.

    Menurut Aher, sapaan Ahmad Heryawan, stok daging sapi di Bulog mencukupi jika dibutuhkan operasi pasar. “Persediaan Bulog 250 ton, persediaan daging yang bisa didistribusikan pada masyarakat. Jadi jangan khawatir persediaan daging meskipun ada pemogokan, tapi daging tersedia, stok cukup,” kata dia.

    Aher mengatakan, mogok jualan pedagang sapi dipicu oleh tingginya harga penjualan sapi hidup dari feedloater."Feedloater jangan kasih harga tinggi-tinggi, sebab kalau masih tinggi sulit juga gimana jualnya. Kalau sekarang dipotong dijual gak laku, bahaya juga di tingkat konsumen," kata dia.

    Menurut Aher, penyelesaian masalah tingginya harga daging sapi saat ini ada di tingkat feedloater. “Kunci penyelesaiannya, feedloater segera melepaskan sapinya ke bandar dan pemotong dengan harga di bawah Rp 40 ribu per kilogram berat hidup, dengan demikian daging sapi akan dijual normal kembali,” kata dia.

    Aher meminta, urusan kuota impor agar antara feedloater dengan pemerintah. “Negosiasi impornya berapa? Silahkan bernegosiasi dengan pemerintah pusat c.q. Menteri Perdagangan, jangan kemudian tanda petik, dikorbankan masyarakat di bawah,” kata dia. “Ketika ditahan-tahan seperti itu saya khawatir ini nuansanya pelanggaran hukum, karena membuat masalah bagi konsumen padahal masyarakat membutuhkan daging.”

    Kepala Divisi Regional Perum Bulog Jawa Barat Alip Affandi mengatakan, untuk pelaksanaan operasi pasar daging sapi di Bandung Raya, Bulog menyiapkan sehari 6 ton daging sapi. “Rata-rata sekitar 2 ton untuk masing-masing pasar, ktia menyiapkan untuk 12 pasar,” kata dia di Pasar Kosambi Bandung, Rabu, 12 Agustus 2015.

    Alip mengatakan, operasi pasar dilakukan di wilayah Bandung Raya, di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, serta Bandung Barat. Selama operasi pasar daging sapi empat hari ini, Bulog sudah menggelontorkan hampir 7 ton daging sapi di wilayah Bandung Raya.

    Menurut Alip, mereka belum bisa memastikan soal kelanjutan operasi pasar daging sapi. “Kami evaluasi dulu, karena kemarin perintahnya operasi pasar selama mereka (pedagang) mogok dulu. Kalau besok perlu operasi pasar, mungkin lain penugasannya,” kata dia.

    Alip mengatakan, Bulog melaksanakan operasi pasar berdasarkan perintah Kementerian Perdagangan. "Operasi pasar adalah otorisasi Kemendag, kalau diperintahkan turun lagi. Kita turun lagi,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.