Indonesia-Taiwan Siapkan Agreement Industri Baja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR, Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Agus Hermanto (kiri) dan Fadli Zon berfoto sebelum rapat pimpinan DPR di ruang rapat pansus, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Oktober 2014. DPR resmi menetapkan 11 komisi dan akan diajukan pada sidang paripurna, Kamis (16/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua DPR, Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Agus Hermanto (kiri) dan Fadli Zon berfoto sebelum rapat pimpinan DPR di ruang rapat pansus, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Oktober 2014. DPR resmi menetapkan 11 komisi dan akan diajukan pada sidang paripurna, Kamis (16/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menerima delegasi Taipei Economic Trading Office (Teto) Yunchung Tsai. Agus berharap, kedua negara dapat mendorong peningkatan kerjasama bidang Industri dan Perdagangan.

    “Hubungan dagang Indonesia-Taiwan sudah cukup terjalin baik sehingga apabila ini ditingkatkan akan membawa keuntungan bagi Indonesia,” kata Agus Hermanto di Gedung DPR RI, Selasa (11 Agustus 2015).

    Untuk itu, kata Agus, tanggal 27-29 Agustus 2015, akan datang delegasi dari Taiwan ke Indonesia untuk  melaksanakan kerjasama di bidang Industri seperti industri  telepon dengan Timobile dan kerjasama industri baja.

    “Nanti akan akan ada agreement antara perusahaan baja di Indonesia dan Industri baja Taiwan,” kata dia. 

    Agus Hermanto mengakui, hingga saat ini kedua negara belum memiliki hubungan diplomatik. Namun, kata politisi partai Demokrat itu, hubungan dagang kedua negara cukup tinggi. Tercatat di Taiwan, pekerja Indonesia ada 230 ribu orang. 

    “Hubungan dagang Indonesia Taiwan sudah cukup terjalin, sehingga apabila ini ditingkatkan akan membawa keuntungan bagi Indonesia juga,” ungkapnya.

    Dalam bidang industri handphone, Agus menyebutkan, nanti akan dibangun pabrik handphone di Indonesia. “Saat ini handphone yang ada di Indonesia adalah produk impor,” sebutnya. 

    Menurut Agus, pasar Indonesia cukup luas, tenaga kerja kita juga cukup tersedia, yang kita butuhkan ialah investment dan teknologi, sehingga untuk menambah nasionality kita menggunakan handphone produksi Indonesia, walaupun teknologinya dari asing namun diproduksi di sini. 

    “Dia (Taiwan) membawa investasi dan teknologi, kita mempunyai sarana semuanya apabila ini diwujudkan akan sangat menguntungkan kedua belah Negara,” tegasnya.

    Terkait kerjasama di bidang otomotif, kata Agus, Taiwan ingin membuat pabrik mobil di Indonesia dengan merek Indonesia.

    “Pangsa pasar di Indonesia cukup bagus dan begitu luas. Mereka menawarkan Indonesia bisa memiliki suatu mobil produk Indonesia,” demikian Agus Hermanto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?