Harga Daging Sapi Melonjak, Dampak dari Naiknya Harga BBM?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memotong daging sapi di Rumah Potong Hewan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pekerja memotong daging sapi di Rumah Potong Hewan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Bogor, Nurhayanti meminta kepada pemerintah pusat untuk melakukan pengurangan kuota impor sapi ke Indonesia secara bertahap.

    "Saya harap pemerintah pusat melaksanakan kebijakan pengurangan kuota impor sapi secara bertahap hingga peternak sapi ditingkat lokal siap menyuplai sapi di wilayahnya," kata Bupati Bogor, Nurhayanti di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,Selasa, 11 Agustus 2015.

    Ia mengatakan saat ini, Kabupaten Bogor hanya memiliki 20 persen pasokan daging sapi dari asli dari Kabupaten Bogor dan 80 persen pasokan daging sapi datang dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali dan Impor dari Australia.

    "Karena kuota impor daging dibatasi, sementara ini pasokan daging di Kabupaten Bogor berkurang," katanya.

    Tetapi, kata dia, beberapa pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Kabupaten Bogor masih memberikan pelayanan kepada konsumen. Walaupun harga daging sapi mencapai Rp140.000 perkilogram.

    "Saya berharap keadaan ini bisa berlangsung secapat," katanya.

    Sebenarnya harga daging sapi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat setelah Idul Fitri 1436 Hijriah seharusnya dibawah harga Rp120.000 per kilogram dan pasokannya masih bisa penuhi permintaan konsumen.

    Kalau kenaikan harga daging sapi masih tujuh persen, kata dia, itu masih dianggap wajar karena sudah hukum dagang. 

    "Di mana permintaan tinggi di situ harga akan naik tetapi pedagang tidak boleh menaikan harga lebih dari tujuh persen," katanya.

    Ia mengatakan pasokan daging sapi masih bisa memenuhi permintaan konsumen. Karena dari ketersedian daging sapi 1.700 ton yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk masyarakat merayakan lebaran 2015 kemarin masih ada sisanya untuk memenuhi permintaan konsumen. 

    Ketersedian daging sapi di Kabupaten Bogor untuk Idul Fitri sebanyak 1.700 ton sudah terjual ke konsemuan sekitar 177 ton pada Idul Fitri kemarin.

    "Sehingga masih surplus 1.562 ton dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat bulan ini tetapi harga cukup tinggi," katanya.

    Dalam rangka menjamin keamanan peredaran produk hewan di Kabupaten Bogor, ia mengatakan Dinas Peternakan dan Perikanan melaksanakan langkah dan upaya keamanan serta stok pangan asal hewan.

    Sementara itu, menurut keterangan, H. Jaya, pedagang daging sapi import di Pasar Cibinong, harga daging sapi beberapa waktu lalu masih relatif normal untuk masyarakat Kabupaten Bogor. 

    "Harga daging sapi paling tinggi Rp120 ribu/kg tetapi infonya mogok yang dilakukan pedagang daging di seluruh Jabodetabek bisa mempengaruhi harga daging dan bisa menciptaan kelangkaan barang di pasaran,"katanya.

    Ia mengatakan biasanya yang bisa menyebabklan harga daging mahal di pasaran karena Pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat mempengaruhi harga daging sapi di pasar.

    "Harga daging sapi sangat berpengaruh dengan harga BBM,"katanya.

    ANTARA

     

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.