Suku Komoro Papua Minta Dibangunkan Museum Kebudayaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tarian kontemporer Wewo Kaukuru asal suku Komoro. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Tarian kontemporer Wewo Kaukuru asal suku Komoro. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat suku Komoro di distrik Iwaka, Timika, Mimika, Papua mengusulkan untuk dibangun sebuah museum kebudayaan Komoro.

    Hal tersebut disampaikan Perwakilan Suku Komoro Thimotius Samin kepada Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat melakukan kunjungan ke distrik Iwaka, Selasa (11 Agustus 2015).

    Thimotius mengatakan suku Komoro memiliki kebudayaan yang kaya, mulai dari ukiran kayu yang khas, anyaman, hingga noken.

    Salah satu kerajinan tradisional yang menjadi unggulan adalah ukiran dari kayu trembesi yang bisa kuat lebih dari 60 tahun. Selain itu, masing-masing ukiran memiliki cerita tentang kehidupan suku Komoro dari zaman nenek moyang.

    Dia mengatakan kebudayaan-kebudayaan tersebut sudah dipromosikan di berbagai festival kebudayaan di luar negeri. Sebagai contoh, kebudayaan Komoro pernah mengikuti promosi budaya di Leiden, Belanda pada 2003, dan di Bulgaria pada 2007.

    Arief Yahya mengatakan ide untuk pembuatan museum tersebut cukup baik, tetapi hal itu bisa direalisasikan dengan kerja sama pemerintah daerah.

    "Saya nilai pembangunan museum cukup layak karena hasil karyanya tidak kalah dengan Suku Asmat yang sudah mendunia. Kami harapkan suku ini juga memiliki ruang untuk berkreasi," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.