BRI Patok Fee Based Income Tumbuh Hingga 25%

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank BRI

    Bank BRI

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menargetkan pertumbuhan fee based income (FBI) hingga akhir tahun ini berada di kisaran 20% hingga 25%.

    Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan fee based income ini akan didorong oleh pertumbuhan fee income yang berasal dari transaksi e-banking.

    Strategi yang digunakan perseroan untuk menambah minat nasabah bertransaksi melalui e-banking antara lain dengan melalui promosi dan edukasi kepada nasabah semua segmen.

    "Selain itu pemberian gimmick yang tentu saja sangat menarik bagi nasabah pengguna fasilitas e-banking serta meningkatkan kualitas-kuantitas jaringan layanan e-channel," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Senin (10 Agustus 2015).

    Sepanjang semester I/2015, komponen fee based income memberikan kontribusi 7,7% dari total pendapatan yang diraih BRI.

    Angka ini tumbuh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 6,9%.

    Per Juni 2015, fee based income tumbuh sebesar 32,4% secara tahunan atau year on year (y-o-y) menjadi Rp3,5 triliun.

    "Fee based income perseroan datang dari berbagai sumber transaksi, namun yang menjadi fokus utama yang potensial untuk dikembangkan adalah transaksi e-banking," kata Budi.

    Total fee base income yang diraih BRI dari transaksi e-banking periode semester I/2015 mencapai Rp778,1 miliar.

    Jumlah tersebut meningkat 80,4% dari periode sama tahun 2014 yang sebesar Rp 431,2 miliar.

    Saat ini, lanjutnya, mayoritas transaksi nasabah BRI dilakukan dengan menggunakan fasilitas e-banking BRI. Hal itu ditunjukkan dengan kinerja e-banking BRI yang terus meningkat dari periode sebelumnya.

    "Indikasinya terlihat dari peningkatan jumlah pengguna, jumlah transaksi, dan volume transaksi pada ATM, mobile banking dan internet banking BRI," ucap Budi.

    Dari segi pengguna, tambahnya, pemegang kartu ATM BRI mengalami kenaikan sebesar 33,3% (y-o-y) dari 27,3 juta menjadi 36,4 juta di semester I/2015.

    Jumlah pengguna mobile banking BRI naik 34,0% menjadi 10 juta dibandingkan semester I/2014 yang sebanyak 7,5 juta. Ada pun jumlah pengguna internet banking BRI naik 131,7% (y-o-y), dari 1,6 juta menjadi 3,8 juta.

    Dari sisi jumlah transaksi melalui ATM. BRI juga mengalami kenaikan 18,7%, dari 693,2 juta pada semester I/2014 menjadi 822,8 juta di semester I/2015.

    "Transaksi melalui mobile banking meningkat 21,9% menjadi 75,1 juta dibandingkan semester I/2014 yang sebanyak 61,6 juta. Transaksi internet banking yang naik 90,8% (y-o-y), dari 22,8 juta menjadi 43,5 juta," tutur Budi.

    Dari volume transaksi, di ATM BRI naik 9,5%, dari Rp453,9 triliun pada semester I/2014 menjadi Rp497,2 triliun di semester I/2015.

    Volume transaksi mobile banking pada semester I/2014 tercatat Rp30,4 triliun, meningkat hingga 37,2% menjadi Rp41,7 triliun pada semester I/2015.

    "Untuk volume transaksi internet banking BRI naik 182,5% (y-o-y), yakni dari Rp25,7 triliun menjadi Rp72,6 triliun," ujar Budi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.