Pemerintah Percepat Realisasi Proyek Infrastruktur Tertunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Bawesdan (kanan), berbincang dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono (tengah), saat meninjau lokasi jembatan runtuh di Lebak, Banten, 16 Maret 2015. Kementerian PUPR dan Kemendikbud akan bekerjasama dalam infrastruktur. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Bawesdan (kanan), berbincang dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono (tengah), saat meninjau lokasi jembatan runtuh di Lebak, Banten, 16 Maret 2015. Kementerian PUPR dan Kemendikbud akan bekerjasama dalam infrastruktur. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan terus berupaya mempercepat realisasi penyerapan anggaran proyek infrastruktur semester II untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjoyono mengatakan proyek-proyek yang masih dalam proses lelang kini tersisa kurang dari 10%. Proyek-proyek tersebut terutama adalah proyek-proyek yang dianggarkan melalui pinjaman luar negeri.

    “Masih ada kendala seputar proses pencairan loan sehingga agak tertunda lelangnya, tapi dalam waktu dekat komitmennya akan diselesaikan,” katanya.

    Sementara itu, proyek yang telah terkontrak hingga saat ini baru mencapai sekitar 70%. Taufik mengatakan proyek-proyek yang belum terkontrak sebagian besar adalah proyek-proyek kecil di bidang Cipta Karya dan Perumahan Rakyat.

    Adapun pencairan anggaran hingga Minggu, 9 Agustus 2015 Pkl. 12.00 baru mencapai Rp27,9 triliun, atau sekitar 23,53% dari total anggaran 2015 senilai Rp118,5 triliun. Sementara itu, realisasi fisik baru mencapai 23,59%.

    Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengatakan hingga saat ini masih ada lima proyek bendungan besar yang belum terkontrak. Kelima Bendungan tersebut yakni Tapin di Kalimantan Selatan, Sindang Heula di Serang Banten, Sei Gong di Batam Kepulauan Riau, Bintang Bano di Sumbawa NTB, dan Rotiklod di Belu NTT.

    Basoeki mengatakan kelima bendungan tersebut dapat selesai terkontrak hingga September mendatang. Total nilai proyek kelima bendungan tersebut Rp4,8 triliun.

    “Sindang Heula di Banten yang paling siap untuk segera dikontrak Agustus ini. Sedangkan Rotiklod sedang di Komisi Keamanan Bendungan sehingga agak molor,” katanya.

    Selain proyek bendungan, proyek bernilai besar lain yang belum terkontrak antara lain proyek tol Ngawi-Kertosono yang menjadi porsi dukungan pemerintah. Proyek tersebut mengandalkan pinjaman China senilai RP2,1 triliun.

    “Tol Balikpapan- Samarinda dan Manado-Bitung juga baru mulai prakualifikasi. Itu juga masuk tahun ini untuk loan-nya,” katanya.

    Basoeki mengatakan tumpuan pertumbuhan ekonomi nasional salah satunya terletak pada investasi proyek pemerintah. Untuk itu, menurutnya Kementeriannya terus berupaya agar realisasi penyerapan anggaran hingga akhir tahun nanti dapat mencapai 93% dari total anggaran Rp118,5 triliun.

    Basoeki menargetkan serapan anggaran dapat mencapai 30% hingga akhir Agustus. Sejauh ini pencairan anggaran umumnya baru disalurkan untuk uang muka proyek. Sebagian besar anggaran baru akan disalurkan secara bertahap di tahap akhir proyek di kuartal IV/2015.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.