Peternak Sapi Lokal Minta Pemerintah Tak Impor Sapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menggiring sapi kurban sumbangan SBY dan Boediono menuju tempat penampungan sementara di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta, 4 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Petugas menggiring sapi kurban sumbangan SBY dan Boediono menuju tempat penampungan sementara di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta, 4 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Tuban - Para peternak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengaku mendapat order sapi sebanyak 150 ekor dari pengusaha asal Jakarta. Pesanan ini diduga menyusul kelangkaan daging sapi di sejumlah pasar di beberapa wilayah, termasuk Jakarta.

    Selain dapat order sapi, peternak di Tuban juga diuntungkan dengan harga yang relatif mahal. Saat ini harga jual daging sapi Rp 43 ribu per kilogramnya, dari sebelumnya hanya Rp 39 ribu per kilogram. "Pengusaha sapi asal Jakarta minta order tersebut dikirim dalam dua pekan," kata Joko Utama, peternak sekaligus pemilik rumah ternak Wahyu Utama di Kecamatan Bancar, Tuban, yang memperoleh pesanan itu.

    Menurutnya, pesanan sapi baru terjadi setelah ada kesepakatan harga, dua hari silam. Kesepakatan terjadi antara kedua belah pihak karena harga jual daging disepakati Rp 43 ribu per kilogramnya. “Ini harga tinggi di tingkat peternak,” ujarnya pada Tempo, Senin, 10 Agustus 2015.

    Joko Utomo mencontohkan, pengiriman sapi dari Tuban ke Jakarta, memang tidak dilakukan secara rutin. Pengiriman dilakukan hanya jika ada permintaan dan itu pun bisa tercapai jika ada kesepakatan harga. Dan kebetulan, mahalnya harga daging sapi di Jakarta, membuatnya menangguk untung besar.

    Menurutnya, lahan peternakan di Kecamatan Bancar, sangat strategis untuk terus dikembangkan. Di sana ada sapi jenis limousine, peranakan sapi ongole, dan sapi simental, yang siap dijual. Bobot sapi di peternakan miliknya mencapai minimal 550 kilogram. Jumlah yang kini dipeliharanya, lebih dari 1.000 ekor sapi. Peternakan milik Joko pernah dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014.

    Di Tuban, populasi sapi masih tergolong tinggi. Data di Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, menyebutkan, jumlah populasi sapi sekitar 314 ribu ekor. Jumlah ini menjadi komoditas menggiurkan untuk dikembangkan. Dengan kondisi itu, para peternak di Tuban berharap pemerintah tidak perlu impor daging sapi. “Gak perlu impor,” tandas Joko Utomo. Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Tuban dan Jawa Timur terus menjaga jumlah populasi sapi.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?