Pedagang Mogok, Bulog Jual Daging Sapi Rp 90 Ribu per Kg  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang duduk-duduk di atas meja kios daging yang kosong di Blok III pasar Senen, Jakarta, 9 Agustus 2015.  TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Pedagang duduk-duduk di atas meja kios daging yang kosong di Blok III pasar Senen, Jakarta, 9 Agustus 2015. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.COJakarta - Aksi mogok pedagang daging sapi di Jakarta membuat Badan Urusan Logistik (Bulog) mengadakan operasi pasar. Hamdani, 35 tahun, pedagang di Pasar Klender, Jakarta Timur, mengatakan operasi digelar pukul 08.00-10.00.

    "Tadi pagi pedagang hanya menjual daging yang dibawa Bulog saja," katanya saat ditemui di Pasar Klender, Jakarta Timur, Ahad, 9 Agustus 2015.

    Daging sapi yang dibawa Bulog dibanderol Rp 90.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih murah daripada harga daging sapi yang kini beredar di pasaran dengan kisaran Rp 120.000 per kg.

    "Tadi pas datang pun langsung habis diserbu orang-orang," ucap Hamdani.

    Setelah daging sapi habis, pedagang langsung serempak meninggalkan los daging mereka. Pantauan Tempo, tak ada pedagang yang bertahan untuk menjual daging. "Pasokannya langka," tutur Hamdani.

    Aksi mogok ini direncanakan akan berlangsung hingga Rabu depan. Kamis mendatang, pedagang sapi kembali berjualan dengan harapan pemerintah mampu menstabilkan harga. Di samping itu, kata Hamdani, pedagang daging sapi berharap pemerintah mengkaji kembali aturan pembatasan impor sapi.

    "Aturan ini membuat stok daging sedikit dan harga melambung naik," katanya.

    Saat ini daging sapi dibanderol dengan harga Rp 120 ribu per kg. Harga ini naik dari harga menjelang Lebaran sebesar Rp 110 ribu per kg. Adapun harga karkas (daging dan tulang) yang dijual di rumah jagal sudah mencapai Rp 94.000 per kg. Padahal, sebelum Lebaran, karkas masih dipatok seharga Rp 86.000 per kg, dan saat normal sebesar Rp 80.000 per kg.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.