Kejar Target Konservasi Laut, Pemerintah Gandeng TNI dan WWF  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri) dan Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Sudirman Saad (kanan), memperlihatkan ikan hasil tangkapan pada Tradisi Mane'e di pulau Intata,  kabupaten kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, 7 Mei 2015. ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri) dan Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Sudirman Saad (kanan), memperlihatkan ikan hasil tangkapan pada Tradisi Mane'e di pulau Intata, kabupaten kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, 7 Mei 2015. ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat hingga akhir 2014 luas kawasan konservasi laut Indonesia baru mencapai 16,45 juta hektare. Angka ini setara dengan 53,06 persen dari target yang ditetapkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yakni 31,00 juta hektare.

    Konvensi PBB mengenai Keanekaragaman Hayati (United Nations Conventions on Biological Diversity) mensyaratkan luas kawasan konservasi laut suatu negara setidaknya adalah 10 persen dari total wilayah pesisir dan laut. Indonesia memiliki sekitar 310 juta hektare kawasan perairan.

    Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengatakan pada 2020, kawasan konservasi laut ditargetkan mencapai setidaknya 20 juta hektare. “Butuh kerja sama untuk membangun kawasan konservasi,” ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2015.

    Tahun ini, KKP bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan World Wild Fund (WWF) dalam upaya konservasi wilayah pesisir dan pulau kecil. Program kerja sama selama tiga tahun tersebut meliputi pengelolaan kawasan konservasi perairan, pengembangan ekonomi, dan sumber mata pencarian alternatif masyarakat.
     
    Pada tahap awal, program yang dilakukan adalah penanaman 1 juta bibit terumbu karang di kawasan perairan seluas seratus hektare di 51 lokasi. Penanaman terumbu karang yang melibatkan Korps Marinir TNI AL tersebut telah dimulai pada Mei 2015.

    Lokasi penanaman terumbu karang di antaranya di Lamongan, Sidoarjo, Banten, Ambon, Lampung, Bitung, Kepulauan Seribu, Kepulauan Riau, Pulau Berhala di Sumatera Utara, dan Pulau Weh. Komandan Korps Marinir TNI AL Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana mengatakan penanaman terumbu karang hingga Juli 2015 telah mencapai 30 hektare, atau sekitar 30 persen dari target. Jumlah bibit yang ditanam sekitar 400 ribu bibit. “Akan diselesaikan persis pada perayaan hari kemerdekaan,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.