Awal Perdagangan, Saham Tokyo Naik 0,75 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pebisnis mengendarai sepedanya di depan monitor indeks harga saham di Tokyo. AP Photo/Hiro Komae

    Seorang pebisnis mengendarai sepedanya di depan monitor indeks harga saham di Tokyo. AP Photo/Hiro Komae

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada Kamis, 6 Agustus 2015, mengikuti keuntungan di Wall Street setelah data ekonomi bervariasi, sedangkan yen yang lebih lemah mendukung eksportir Jepang.

    Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo naik 0,75 persen atau 155,11 poin menjadi 20.769,17 pada enit pertama perdagangan. Saham-saham AS berakhir sebagian besar lebih tinggi pada Rabu, 5 Agustus 2015, setelah serangkaian data menampilkan gambaran tambal sulam terhadap perekonomian.

    Tapi laporan laba mengecewakan dari Disney menekan Dow Jones Industrial Average, yang merosot 0,06 persen menjadi 17.540,47. Indeks berbasis luas S&P 500 naik 0,31 persen menjadi 2.099,84, dan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 0,67 persen menjadi 5.139,94.

    Lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) mengatakan sektor jasa AS mengalami ekspansi 4,3 persen pada Juli ke rekor tertinggi.

    Tapi perusahaan penggajian ADP memperkirakan sektor swasta AS menambahkan 185 ribu pekerjaan pada Juli atau jauh di bawah perkiraan para analis untuk 220 ribu lapangan pekerjaan tambahan.

    "Data non-manufaktur ISM telah memperkuat pandangan bahwa kenaikan suku bunga AS akan datang lebih awal, mengakibatkan melemahnya yen," Yutaka Miura, analis teknikal Mizuho Securities, mengatakan kepada Bloomberg News.

    "Mata uang yang lebih lemah akan menjadi penarik bagi saham-saham Jepang. Kami masih akan melihat fokus pada hasil laba individu," katanya.

    Dolar diambil 124,83 yen dalam perdagangan pagi di Tokyo, terhadap 124,88 yen di New York pada Rabu sore. Euro dikutip pada 1,0907 dolar dan 136,16 yen, terhadap 1,0904 dolar dan 136,18 yen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.