Ini Strategi Pemerintah Genjot Angka Pertumbuhan Ekonomi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Brodjonegoro. antaranews.com

    Bambang Brodjonegoro. antaranews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengincar pertumbuhan ekonomi berada di angka 5 persen pada triwulan III. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, di atas kertas, jika ingin mengincar pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun sebesar 5,2 persen, pada kuartal III mesti bisa menyentuh 5,3 persen. "Sederhananya seperti itu agar akhir tahun bisa mencapai target," kata Bambang di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2015.

    Menurut Bambang, pemerintah akan berupaya mengejar target pertumbuhan di angka 5 persen. Salah satu yang menjadi sorotan ialah optimalisasi penyerapan anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    Bambang  menambahkan, jika penyerapan di Kementerian PUPR bisa mencapai 93 persen, kontribusi ke pertumbuhan bisa cukup signifikan. "Harapannya, kementerian yang lain juga menyusul (bisa optimal dalam penyerapan)."

    Bambang menilai perlambatan ekonomi global seperti yang terjadi saat ini akan menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun nanti. Ia mengakui belanja pemerintah belum maksimal.

    Selain terus mendorong belanja modal dan barang, Menteri Bambang ingin investasi turut membantu. Ia berharap Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara bisa menarik lebih banyak investasi.

    Menanggapi pertumbuhan yang terkoreksi ke 4,67 persen, menurut Bambang, hal itu sudah cukup bagus. Nantinya resep pemerintah dalam mengejar pertumbuhan ialah dengan terus menjaga daya beli masyarakat. "Inflasi juga mesti dijaga. Semoga ekspor bisa membaik, setidaknya tidak tumbuh negatif," ucapnya.

    Hingga 31 Juli 2015, realisasi pendapatan negara mencapai Rp 771,4 triliun atau mencapai 43,8 persen dari target APBN-P 2015 yang sebesar Rp 1.761,6 triliun. Sedangkan realisasi belanja negara menyentuh Rp 913,5 triliun atau 46 persen dari pagu belanja negara dalam APBN-P 2015 sebesar Rp 1.984,1 triliun. Walhasil, realisasi defisit anggaran dalam APBN-P 2015 berada di angka Rp 142 triliun atau 1,22 persen dari produk domestik bruto.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, dari alokasi anggaran sebesar Rp 118,5 triliun, sudah terserap Rp 26,6 triliun atau 22,49 persen hingga 5 Agustus 2015. Ia optimistis sampai akhir tahun bisa menyerap 93 persen. "Kami akan percepat proses lelang dan kontrak," ucapnya.

    Basuki juga akan menambah personel di lapangan dan memberlakukan waktu kerja tujuh hari sepekan dengan dua shift kerja. "Alat berat juga sudah ditambah sesuai dengan kebutuhan lapangan."

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.