Suryamin Sebut Pebisnis Lebih Optimistis di Kuartal II/2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik Dr. Suryamin saat pemaparan data Statistik di Gedung Badan Pusat Statistik, Jakarta, Senin (2/1). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Kepala Badan Pusat Statistik Dr. Suryamin saat pemaparan data Statistik di Gedung Badan Pusat Statistik, Jakarta, Senin (2/1). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada kuartal II/2015 sebesar 105,46.

    Kepala BPS Suryamin mengatakan indeks tersebut meningkat dari kuartal I/2015 yang sebesar 96,30. 

    "Para pelaku bisnis lebih optimistis pada kuartal II/2015 terlihat dari indeks yang sebesar 105,46," ujarnya di Kantor BPS, Rabu (5 Agustus 2015).

    Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan II/2015 terjadi pada semua lapangan usaha yakni yang tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan nilai ITB sebesar 111,9.

    Peningkatan kondisi bisnis terendah terjadi pada lapangan usaha realestat dengan nilai ITB sebesar 102,63.

    "Sementara itu, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami penurunan dengan nilai ITB sebesar 94,39," katanya.

    Dia menambahkan peningkatan kondisi bisnis pada kuartal II/2015 ini terjadi karena peningkatan di semua komponen indeks yaitu pendapatan usaha dengan nilai indeks 107,4, penggunaan produksi atau usaha dengan nilai indeks 107,36, dan rerata jumlah jam kerja dengan nilai indeks sebesar 103,35.

    Indeks tendensi bisnis merupakan indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada kuartal berjalan.

    "Kalau nilai indeks di bawah angka 100 berarti pesimisme pelaku ekonomi meningkat," ucap Suryamin.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.