Nilai Tukar Rupiah Turun ke Angka Rp13.475 per Dolar AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Rupiah. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ilustrasi Rupiah. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Rabu pagi 5 Agustus 2015, turun 10 poin menjadi Rp13.475 per dolar AS dibandingkan posisi terakhir kemarin.

    Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan nilai tukar dolar AS kembali menguat setelah data ekonomi yang dirilis Amerika Serikat lebih baik dari perkiraaan pasar.

    Departemen Perdagangan Amerika Serikat mencatat pesanan baru untuk barang-barang manufaktur Amerika Serikat pada Juni naik 8,7 miliar dolar AS atau 1,8 persen menjadi 478,5 miliar dolar AS, sedikit di atas perkiraan pasar. "Akibatnya laju dolar AS menguat di pasar global, termasuk di dalam negeri," katanya.

    Selain itu, dia menjelaskan, pelaku pasar juga cenderung pesimis terhadap laju ekonomi nasional kuartal kedua 2015.  Badan Pusat Statistik akan merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hari ini. Pelaku pasar keuangan memprediksi laju ekonomi pada periode itu masih melambat.

    "Tampaknya harapan kami akan adanya perbaikan laju rupiah cenderung tipis jika hasil data PDB yang dirilis memang melambat. Situasi itu akan membuat pelaku pasar mencari alternatif mata uang lain yang lebih aman sehingga dapat menjaga nilai aset," katanya.

    Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan rilis PDB kuartal kedua 2015 yang diperkirakan 4,6 persen, lebih rendah dari kuartal sebelumnya berpeluang menambah sentimen negatif terhadap rupiah.

    Di sisi lain, lanjut dia, indeks kepercayaan konsumen Indonesia yang pada Juli 2015 juga turun dapat menambah sentimen negatif terhadap rupiah karena kondisi itu akan mengurangi optimisme pasar terhadap perekonomian nasional ke depannya.

    Indeks kepercayaan konsumen pada Juli turun 1,4 poin dari bulan sebelumnya menjadi 109,9.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.